Logo khazanahriau.com

Puisi Kau, Aku dan Palestina Berkumandang dalam Wisuda ke 26 UMRI

Puisi Kau, Aku dan Palestina Berkumandang dalam Wisuda ke 26 UMRI
Rektor UMRI, H Saidul Amin saat membacakan puisi didepan ratusan wisudawan dan wisudawati ke 26

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Hening dan terdiam sejenak, tampak seluruh wisudawan dan wisudawati dan peserta yang hadir larut dan hanyut dalam suasana haru sesaat ketika puisi 'safe to Palestina' dikumandangkan. Puisi yang dibacakan dan diciptakan langsung oleh Rektor UMRI, H Saidul Amin atau yang dikenal dengan nama pena Nima Ludias ini seolah menggambarkan betapa pedihnya menjadi warga Indonesia yang  hanya bisa berdoa untuk kemerdekaan Palestina atas jajahan Israel.

Orasi puisi yang berjudul Kau, Aku dan Palestina tersebut seolah menyentuh rasa kepedulian dan keprihatinan atas apa yang dirasakan ribuan warga Palestina yang kini dalam kesedihan, kepedihan, dan luka yang begitu dalam kehilangan sanak keluarga atas kekejaman Israel. Suasana keharuan pun terasa saat layar lebar didepan panggung turut memutar video keganasan dan kepedihan yang dialami oleh warga Palestina, sembari puisi dibacakan.

"Aku, Aku tidak menangisi Palestina. Tapi meraungi jiwaku yang lemah tak berdaya....... "

Ya penggalan bait puisi tersebut seolah memberi arti sekaligus memberitahukan bahwa ketidakberdayaan untuk bisa melakukan apapun selain berdoa untuk kebebasan mereka. Keinginan untuk bisa melihat seluruh warga Palestina yang kini dalam jajaha, bisa hidup tenang dimuka bumi sebagai makhluk Tuhan.

"Lukamu disana, tetesan darahmu disini. Jatuh bom disana, lukanya disini....."

Itulah sepenggal puisi yang dibacakan, dengan harapan puisi tersebut bisa turut membawa seluruh yang hadir untuk bisa memberikan doa kepada saudara muslim dan seiman di Palestina.

Dikatakan Saidul usai membacakan puisi tersebut bahwa saat ini apa yang dialami Palestina telah terjadi ironi. Dimana perhatian dan aksi yang besar membela Palestina justru ditunjukkan sejumlah perguruan tinggi di negara barat. Sebaliknya, perguruan tinggi di negara-negara Arab terkesan diam dengan kejadian di Palestina.

Karena itulah, UMRI terdorong menyuarakan lebih lantang dukungan pada Palestina. Ia berharap, gegap gempita dukungan pada Palestina dan rakyatnya terdengar semakin luas di penjuru dunia,"ujarnya.

Sementara itu, mewakili Pj Gubernur Riau, HM Suyanto dari Dinas Pendidikan Riau menganggap perhatian kepada tragedi di Palestina. Di hadapan ribuan orang yang hadir, Rektor UMRI membacakan puisi berjudul 'Kau, Aku dan Palestina' adalah karya yang begitu luar biasa dan sangat menyentuh.

Senada dengan apa yang disampaikan Rektor, Suyanto juga menghaturkan doa kepada warga Palestina semoga bisa segera meraih kemerdekaan,"pungkasnya.

Dipenghujung orasi ditutup dengan menyanyikan lagu Attuna Tufuri bersama sekaligus mengibarkan bendera dan ornamen palestina. (ayu)
 

Berita Lainnya

Index