Logo khazanahriau.com

UIN Suska Riau Launching Ijazah Elektronik dan SKPI

UIN Suska Riau Launching Ijazah Elektronik dan SKPI

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau resmi melaunching Ijazah Elektronik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), Kamis (30/4/2026) di aula rektorat UIN Suska Riau.

Kegiatan ini dilaksanakan saat pembukaan Rapat Kerja (Raker) Tahunan UIN Suska Riau 2026 dengan tema “Sinkronisasi Program Prioritas Pencapaian Visi Universitas Tahun 2027.”

Tampak hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Purnama Irawansyah, S.Hut, MM, Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kastolan, S.Pd., M.Si., CGCAE, Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti MS., S.E., M.Si., Ak.,CA, Wakil Rektor I, II dan III, Kepala Biro AUPK, Kepala Biro AAKK, para Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Kabag/ Katim dan peserta Raker.

Rektor UIN Suska Riau, Prof. Dr. Hj. Leny Nofianti MS., S.E., M.Si., Ak.,CA secara resmi melakukan Launching Ijazah Elektronik dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah ( SKPI).

Dalam sambutannya, rektor mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras membuat aplikasi ini hingga bisa dilaunching pada hari ini.

"Ini kreasi dari tim akademik kami, ini juga membuktikan kalau SDM yang ada di UIN Suska Riau ini juga sangat mumpuni menciptakan aplikasi-aplikasi bagus seperti ini," ujarnya.

Yang lebih membanggakan menurutnya adalah, dengan adanya aplikasi ini,  mampu menghemat pengeluaran anggaran untuk mencetak ijazah. Kata Rektor, untuk mencetak ijazah saja butuh anggaran Rp2,3 miliar.

Melalui raker yang dilaksanakan selama dua hari ini, Rektor berharap bisa menghasilkan yang terbaik bagi UIN Suska Riau. Setidaknya ada tiga hal yang menurutnya yang penting menjadi pembahasan dalam raker kali ini.

Pertama, branding Image UIN Suska Riau yang menurut Rektor masih sangat perlu ditingkatkan. Brand image ini menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan minat mahasiswa baru menempuh pendidikan di UIN Suska Riau.

Kedua, masalah gedung mangkrak, juga menjadi masalah serius yang menjadi perhatian rektorat. Antara lain masjid Al-Jamiah dan gedung dosen, yang secara hukum tidak ada masalah. Makanya Rektor dan jajaran secara aktif berkomunikasi dengan Dinas PUPR Riau dan Kementerian PU dan pihak-pihak lainnya untuk menyelesaikan masalah ini.

Ketiga, rencana mendirikan Fakultas Kedokteran UIN Suska Riau yang hingga kini masih berproses. 
Harapannya, melalui raker ini dihasilkan solusi terhadap persoalan yang kini dihadapi UIN Suska Riau. Apalagi dengan keterbatasan anggaran akibat dari kebijakan efisiensi yang membuat kampus harus membuat skala prioritas dalam program dan kebijakannya.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Penganggaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kastolan, S.Pd., M.Si., CGCAE mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan UIN Suska Riau sejauh ini, termasuk dengan Launching aplikasi Ijazah Elektronik dan SKPI.

"Ini tentu saja bagus, namun tentu saja yang harus nanti diperhatikan adalah jaring pengamannya, jangan sampai nanti jadi masalah seperti yang hari-hari ini ramai diperbincangkan di publik, jangan sampai nanti ada pula yang memalsukan ijazahnya,” ujarnya.

Terkait dengan raker, Kemenag katanya akan membantu semaksimal mungkin setiap kendala yang dihadapi oleh UIN Suska Riau. Baik terkait KDP, BSSN dan persoalan lainnya.

Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Purnama Irawansyah, S.Hut, MM juga banyak mengulas persoalan efisien terutama yang dialami oleh Pemprov Riau yang tertentu saja juga berimbas kepada stakeholder lainnya.

"Pemprov Riau juga mengalami pengurangan dana transfer daerah, yang harusnya diterima sekitar Rp5 triliun dikurangi sekitar Rp1,2 triliun, sementara PAD juga tidak terlalu besar hanya Rp5 triliun," jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu mengharuskan pihaknya berpikir lebih maksimal lagi dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah sehingga bisa memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur di Riau.

"Melalui forum ini kami berkomitmen untuk membantu UIN Suska Riau dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapinya pada saat ini," pungkasnya. (*)

Berita Lainnya

Index