PERLIS, KHAZANAHRIAU.COM - Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) akan terus mengevaluasi apa yang telah dilakukan sejak berdiri hingga saat ini. Kehadiran Umam tentunya diharapkan memberikan dampak dan solusi bagi permasalahan-permasalahan yang ada dinegara ini.
Demikian disampaikan oleh Rektor UMAM, Saidul Amin saat acara Konfrensi Internasional yang digelar selama dua hari 26-27 November 2025 di Perlis Malaysia. Konfrensi tersebut digelar dalam rangka peringatan milad Umam ke 4 sekaligus milad Muhammadiyah ke 113.

Dikatakan Saidul, saat ini pembangunan sarana dan prasarana terus ditingkatkan dan terus melakukan evaluasi apa apa yang telah dilakukan selama ini. Sehingga diharapkan bisa menarik lebih banyak jumlah mahasiswa dari negara lain. Dirinya berharap, UMAM bisa mencetak lebih banyak lulusan yang bisa memberikan solusi terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi bagi bangsa dan negara.
"Seminar Internasional ini sangat penting, karena tantangan perguruan tinggi Muhammadiyah ke depan sangat berat. Saya belum bisa berbuat maksimal di UMAM, karena juga harus menjalankan tugas sebagai Rektor UMRI. Saat ini, UMAM memiliki seratus lebih jumlah mahasiswa untuk program S2 dan S3 yang terdiri dari 2 fakultas dan 5 program studi. Meski masih didominasi oleh mahasiswa asal Indonesia, namun pembangunan sarana dan prasarana terus ditingkatkan," ujar Saidul Amin.
"Kegiatan milad ini pertama kali digelar diluar negeri, tentunya ini menjadi kebanggaan bagi Muhammadiyah karena bisa menyatukan kita semua dalam konfrensi ini,"tambahnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji menyebutkan, keberadaan UMAM sangat membanggakan PP Muhammadiyah karena telah berkontribusi bagi pendidikan islam. Kedepannya, UMAM diharapkan bisa menjadi pusat riset dunia islam.
"Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menghadiri kegiatan hari ini. Kami atas nama PP Muhammadiyah, merasa sangat bangga karena UMAM adalah universitas pertama yang didirikan Muhammadiyah di luar negeri. Selain itu, kita juga punya Sekolah Dasar Muhammadiyah di Australia. Pesan saya, UMAM harus bertahan dan melakukan perbaikan sehingga menarik perhatian generasi muda untuk datang kuliah di UMAM," Kata Bambang Setiaji.
Sesuai dengan tema yang diusung "Strenghthening Transformative Leadership for Sustainable Muhammadiyah Higher Education", kegiatan seminar internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari berbagai negara. Diantaranya, cucu KH Ahmad Dahlan yakni Prof DR Winai Dahlan yang merupakan Founding Director of the Halal Science Center (HSC) Chulalongkorn Universitas Thailand, SS Prof Dato' DR Mohd Asri bin Zainul Abidin selaku Mufti Negeri Perlis, Asst Prof Ahmad Omar Chapaka selalu Senior Vice Rector Universiti Fatoni Thailand, dan Assoc Prof Khairudin Aljunied dari University of Singapore.
Selain itu juga hadir pula Kepala Diktilitbang PP muhammadiyah Bambang Setiaji, para rektor diseluruh kampus Muhammadiyah Indonesia, pengurus BPH Mihammadiyah Riau, serta ratusan mahasiswa Umam.
Mufti Negeri Perlis, SS Prof Dato' DR Mohd Asri bin Zainul Abidin saat memberikan sambutan mengatakan dirinya sangat bangga karena semangat para tamu datang ke Perlis sangat tinggi, meski sebagian besar Negeri Perlis sedang dilanda banjir, namun kegiatan seminar internasional yang ditaja oleh UMAM tetap berjalan aman dan lancar.
"Selamat datang di Perlis, meski kondisi sedang banjir namun para tamu undangan tetap hadir. Ini merupakan banjir terburuk dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, pokoknya sangat berbeda dengan banjir yang terjadi di Jakarta dan Riau. Saya berharap kedepannya para Dosen, Dekan ataupun Rektor UMAM bisa mendidik lebih banyak mahasiswa yang bisa meraih kejayaan dan kesuksesan dunia dan akhirat," Sebut Mohd Asri Bin Zainul Abidin, Rabu (25/11).
Sementara itu, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji menyebutkan, keberadaan UMAM sangat membanggakan PP Muhammadiyah karena telah berkontribusi bagi pendidikan islam. Kedepannya, UMAM diharapkan bisa menjadi pusat riset dunia islam.
"Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menghadiri kegiatan hari ini. Kami atas nama PP Muhammadiyah, merasa sangat bangga karena UMAM adalah universitas pertama yang didirikan Muhammadiyah di luar negeri. Selain itu, kita juga punya Sekolah Dasar Muhammadiyah di Australia. Pesan saya, UMAM harus bertahan dan melakukan perbaikan sehingga menarik perhatian generasi muda untuk datang kuliah di UMAM," pungkasnya.
Respon positif terus disampaikan dalam momen konfrensi, seperti disampaikan oleh cucu KH Ahmad Dahlan, sangat mengapresiasi atas pertumbuhan dan perkembngan UMAM hingga saat ini. Dalam kesempatan itu juga, ia turut memaparkan terkait pusat kajian sains halal, halal food dan wisata halal yang kini marak diperbincangkan. Dimana, halal center merupakan tempat atau lembaga yang berperan aktif dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) sehingga dapat dipastikan bahwa produk dan layanan telah memenuhi standar halal dan bisa digunakan dalam sehari-hari.
Disisi lain, President Univerisity of Managemen dan Teknology Dr. Mohammad Farid Hosen mengatakan bahwa Muhammadiyah telah membawa keilmuannya kepada nusantara, dan perkembangannya sangat baik dan pesat. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi dan sangat antusias dalam menjalin kerjasama dengan Muhammadiyah. "Kami bersyukur karena saat ini sudah menjalin kerjasama dengan universitas muhammadiyah Riau, tentunya diharapkan dengan kerjasama ini muhammadiyah bisa berkembang hingga ke kamboja, dan bisa dibawa hingga ke seluruh dunia sesuai dengan tagline rahmatan lilalamin,"tutupnya.

Usai konfrensi, Rektor UMAM melakukan kunjungan mendampingi Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir melihat langsung kampus UMAM yang berada di Padang Besar Perlis. Malamnya kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah makan bersama seluruh tokoh pendidikan dan juga mahasiswa undangan. Serta ditutup dengan kajian terkait keislaman yang disampaikan oleh Mufti Perlis. (ReR)
