Logo khazanahriau.com

Siswa Indonesia Borong 27 Medali di International Mathematics Contest Singapore

Siswa Indonesia Borong 27 Medali di International Mathematics Contest Singapore
Dalam ajang bergengsi International Mathematics Contest Singapore (IMCS) 2024, yang berlangsung dari 26 hingga 29 Juli 2024 di Singapura, tim dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Indonesia mencatatkan prestasi yang luar biasa. foto republika.

JAKARTA, KHAZANAHRIAU.COM -- Dalam ajang bergengsi International Mathematics Contest Singapore (IMCS) 2024, yang berlangsung dari 26 hingga 29 Juli 2024 di Singapura, tim dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Indonesia mencatatkan prestasi yang luar biasa. Kompetisi ini diikuti oleh peserta dari sembilan negara, termasuk China, Filipina, Hong Kong, Macau, Malaysia, Thailand, Taiwan, Vietnam, dan Indonesia. 

Tim KPM Indonesia meraih total 4 medali emas, 10 medali perak, 13 medali perunggu, dan 17 merit. Keberhasilan ini merupakan hasil dari persiapan yang matang dan dedikasi tinggi. Tim yang terdiri dari 44 siswa dari berbagai sekolah di Indonesia ini menjalani karantina intensif selama empat hari di Bogor sebelum berangkat ke Singapura. Persiapan tersebut melibatkan bimbingan dari Dr Raden Ridwan Hasan Saputra, MSi, seorang pelatih Olimpiade Matematika Nasional dan Internasional, serta tim KPM yang telah berpengalaman.

Dikutip dari republika, Muchammad Fachri, S Si, selaku tim leader, mengungkapkan kebanggaan dan kepuasan atas pencapaian ini. Fachri menjelaskan, Jenis soal yang dihadapi sangat lengkap dan menantang, terdiri dari 8 soal pilihan ganda, 8 soal isian singkat, dan 2 soal uraian. IMCS adalah kompetisi yang sangat menantang karena soal-soalnya menguji kemampuan siswa baik dalam materi reguler maupun olimpiade. Ia juga menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental, mengingat energi yang dibutuhkan dalam kompetisi ini sangat besar.

Proses seleksi peserta dimulai dari berbagai lomba yang diadakan oleh KPM, seperti lomba IKMC, KMNR, KOMPI, dan seleksi mandiri. Tingkat persaingan di IMCS sangat ketat dengan setiap negara mengirimkan siswa-siswi terbaik mereka, dan soal-soalnya semakin sulit dibandingkan kompetisi sebelumnya. Fachri juga merasa bangga karena tidak ada satu pun anggota tim yang mendapatkan predikat participant, meskipun sebagian besar dari mereka adalah pemula dalam olimpiade matematika.

Keberhasilan tim KPM Indonesia tidak hanya mencerminkan kemampuan akademis yang tinggi tetapi juga merupakan hasil dari bimbingan yang berkualitas dan dedikasi yang luar biasa dari seluruh anggota tim. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya untuk terus belajar dan berprestasi di tingkat internasional.

Salah satu peserta, Raden Surawisesa Ridwan, siswa kelas 10 dari SMA Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School-Bogor, membagikan pengalamannya mengikuti IMCS di Singapura. Menurutnya, kompetisi ini memberi kesan mendalam karena dapat bersaing dengan peserta dari berbagai negara Asia. Surawisesa berharap lebih banyak negara berpartisipasi di IMCS agar kompetisi semakin meriah dan bergengsi.

Ia berbagi tips untuk peserta lain, menekankan pentingnya menjaga mentalitas dan tidak mudah grogi. "Jangan sampai saat lomba, semua yang telah dipelajari hilang begitu saja," ujarnya. Selain belajar, ia percaya keberuntungan juga memainkan peran, sehingga persiapan mental adalah kunci.

Pencapaian tim KPM Indonesia di IMCS 2024 merupakan contoh nyata dengan semangat, dedikasi, dan persiapan yang matang, tidak ada yang tidak mungkin untuk dicapai. Selamat kepada seluruh peserta dan tim KPM atas prestasi yang membanggakan ini. Semoga prestasi ini dapat memotivasi siswa-siswa lainnya untuk terus belajar dan berprestasi, serta membawa nama Indonesia lebih harum di kancah internasional.***

Berita Lainnya

Index