Logo khazanahriau.com

Muslimat Lansia Masjid Paripurna Ikhlas Labuh Baru Timur Ikuti Khatam Quran Massal

Muslimat Lansia Masjid Paripurna Ikhlas Labuh Baru Timur Ikuti Khatam Quran Massal

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM-Untuk ketiga kalinya, sejumlah murid-murid lansia Ustadz Husin Al Kafastani di Masjid Paripurna Ikhlas Sukajadi Pekanbaru, mengikuti khatam Quran massal, Ahad (13/08/2023) pagi. 

Acara itu diikuti oleh 15 orang ibu-ibu dan seorang remaja laki-laki. Dikatakan Ustadz Husin, murid tertuanya berusia 73 tahun sementara yang termuda di kalangan ibu-ibu ini, berusia 40 tahun.

Khatam massal kali ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Ustadz Husin lalu diikuti secara bergiliran oleh para murid. Surat yang dipilih adalah Surah Ad Dhuha hingga An Nas. Setelah pembacaan Al Quran bergiliran selesai acara dilanjutkan dengan doa dan pembagian sertifikat khatam.

Ketua Harian Pengurus Masjid Paripurna Ikhlas H Alizar  Husin, SIP dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Ia juga berterima kasih pada Ustadz Husin yang telah menyediakan waktu dan tenaganya untuk mengajari para ibu-ibu ini. ?Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan warga RT 07 ini tercerahkan,? katanya.

Pada kesempatan lain, Ketua Pengurus Masjid Paripurna Ikhlas Profesor H Ilyas Husti pernah menyatakan  harapannya, bahwa RW 07 suatu hari kelak bisa menjadi Kampung Quran. Dengan peran serta semua pihak, termasuk kaum ibu walapun sudah lansia, maka bukan tidak mungkin keinginan itu akan terwujud.

Pengajian para lansia ini dimulai pada 15 Januari 2015 silam, berawal dari keinginan salah seorang jamaah untuk memperbaiki bacaan saat mengkhatamkan anggota keluarganya yang sudah meninggal. Setelah itu pengajian dilanjutkan dengan tilawah. Khatam Quran pertama dilakukan bersama murid-murid MDA Masjid  Ikhlas pada 2016.

Setelah itu, pengajian dilanjutkan ke rumah Ustadz Husin dan khatam dilakukan secara perorangan. Barulah pada setahun terakhir dilakukan khatam massal seperti  ini.

Saat ditanya suka dukanya, Ustadz Husin mengatakan, tak ada duka, yang ada hanya suka. Berhubung yang diajar adalah kaum ibu yang berusia rata-rata di atas 50 tahun, maka kesabarannya sebagai guru sangat uji.

?Setelah mengaji setahun, barulah ada murid lansia saya ini yang khatam. Namun setelah itu, mungkin karena sudah mahir, ada murid yang bisa mengkhatamkan bacaannya dalam tiga bulan.?

Diakuinya, tidak semua murid dapat dengan cepat belajar. Bisa jadi karena faktor usia. Namun semangat dan kegigihan para ibu ini belajar mengaji, patut diacungi jempol. Walaupun masih terbata-bata, namun mereka tetap belajar dan tetap membaca hingga akhirnya bisa menamatkan seluruh Al Quran.

Salah seorang murid Ustadz Husin bernama Nenek Sari mengatakan, Ustadz Husin adalah guru yang paling pas untuk lansia seperti dirinya.

?Beliau sabar menghadapi kami. Tak pernah marah. Kalau kami salah, dibetulkan sampai bisa,? katanya.

Dalam istilah Nenek Sari, Ustadz Husin sabar ??menggiring?? muridnya membaca walau harus sepenggal demi sepenggal.

Nenek yang telah berusia 70 tahun lebih ini mengaku telah menjadi murid Ustadz Husin sejak masa-masa awal kelas mengaji ini dibuka. Dan hingga saat ini, setelah delapan tahun berlalu, ia masih tercatat sebagai murid Ustadz Husin.

?Dulu kami mengaji dari awal sekali dan murid ustadz baru enam orang,? kenang Nenek Sari.

Kini murid Ustadz  Husin sudah berlipat-lipat. Tidak hanya lansia, namun juga ada yang anak-anak dan remaja. Kalau dihitung, jumlahnya sudah ratusan. Bahkan ada yang sudah menjadi anggota TNI AU.

Ada pemandangan yang menarik dalam acara khatam kali ini. Yaitu ada nenek,  anak dan cucu yang sama-sama ikut khatam. Ada  murid yang ikut khatam massal tiga kali berturut-turut. Ada pula yang empat tahun mengaji baru khatam. ?Karena Pandemi Covid dulu, banyak murid yang mengambil masa langkau,? kata Ustadz Husin.

Kelas lansia Ustadz Husin dimulai sejak ba?da Subuh di masjid. Sejumlah murid mengaji di masjid hingga masuk waktu isyra?. Setelah itu ada kelas baru yang dimulai di rumah. Ba??da Zuhur, Ashar, Maghrib bahkan Ba?da Isya, ada kelas mengaji. Para murid bebas memilih waktu yang mereka bisa. Bebas pula mau masuk berapa kali sehari. Tak heran, ada murid yang masuk di kelas Ba?da Subuh, lalu masuk  lagi di kelas Ba?da Maghrib di masjid. Bagi yang tak bisa datang ke masjid, bahkan memilih mengaji secara online dengan Ustadz Husin. ?Tahun ini ada murid yang mengaji secara online,? katanya.

Saat Ramadhan tiba, para murid ini rutin mengisi waktu dengan mengaji di masjid di kelas Ba?da Subuh setiap hari. Pemandangan ini sungguh menenangkan  hati. Para jamaah ini membuat halaqah bahkan sampai tiga halaqah dengan guru masing-masing. Ada pula yang memilih mengaji sendiri. Semua sibuk dengan Al Quran masing-masing.

Ustadz Husin mengaku  belajar mengaji dari guru-gurunya semasa di kampung dulu di Meranti. Semasa masih remaja, ia pernah diutus mengikuti MTQ tingkat desa.  Hingga saat ini, setelah merantau ke Pekanbaru, ia masih sering dipanggil  pulang ke kampungnya sebagai qari undangan ataupun juri MTQ kecamatan. Pada 2008 ia mulai belajar qiro?at, yaitu Qiro?at Sab?ah dan Qiro?at Asyaro. Kini, ada seorang murid yang ingin belajar qiro?at kepadanya. (fty)

Berita Lainnya

Index