DUMAI, KHAZANAHRIAU.COM - Rombongan Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) disambut hangat oleh Pemerintah Kota Dumai bersama stakeholder terkait.
Penyambutan dikemas dengan acara Ramah Tamah sekaligus jamuan bagi peserta MBJR sebanyak 48 orang terbaik se-Indonesia, bertempat di Balai Sri Bunga Tanjung Kota Dumai, Ahad (16/6/2024).
Acara yang berlangsung hangat penuh dengan suasana kekeluargaan tersebut dihadiri Wali Kota Dumai dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai H Indra Gunawan dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Dumai.
Dalam sambutannya, atas nama Pemerintah Kota Dumai Sekdako mengucapkan tahniah dan selamat kepada seluruh peserta MBJR yang pada pagi hari tadi telah dengan selamat bersandar di pelabuhan.
"Semoga kehadiran tuan dan puan sekalian semakin mengukuhkan lagi posisi Kota Dumai sebagai jalur penting di bagian barat Indonesia yang melintasi Selat Malaka," ucapnya.
Untuk diketahui, program MBJR merupakan sebuah pelayaran dengan KRI Dewaruci mengarungi lintas samudra, menyusuri titik-titik rempah di Indonesia sebagai penegasan ketersambungan daerah-daerah dan konektivitas historis Indonesia melalui jalur rempah.
Program ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan kecintaan dan kesadaran generasi muda agar terus mencintai sejarah, kearifan lokal, serta keragaman budaya warisan nenek moyang bangsa Indonesia.
"Kegiatan ini menjadi simbol bangsa Indonesia membangun hubungan budaya, baik pada masyarakat di kepulauan-kepulauan nusantara, bahkan hingga belahan dunia," imbuhnya.
Terakhir, H Indra Gunawan mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek RI bekerja sama dengan TNI AL yang telah menetapkan Kota Dumai sebagai salah satu daerah dari jalur yang dilewati oleh Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci.
"Telah lama kami mempersiapkan diri untuk kehadiran encik-encik, tuan-tuan dan puan-puan sekalian. Dengan harapan, jalur rempah dapat lebih mengeratkan lagi hubungan kita selaku anak bangsa, sambil menggali dan melestarikan budaya dan kearifan lokal sebagai pembentuk budaya bangsa," pungkas Sekda. (*)