Logo khazanahriau.com

Tersambar Petir, Jenazah Nelayan di Inhil Ditemukan 3 Km Dari Lokasi Kejadian

Tersambar Petir, Jenazah Nelayan di Inhil Ditemukan 3 Km Dari Lokasi Kejadian
Tim SAR Gabungan Inhil melakukan pencarian dan menemukan nelayan yang tersambar petir, Jumat (4/8/2023) malam sekitar pukul 22.50 WIB.

TEMBILAHAN, KHAZANAHRIAU.COM - Tim SAR Gabungan Kabupaten Indragiri Hilir berhasil menemukan nelayan yang tersambar petir, Jumat (4/8/2023) malam sekitar pukul 22.50 WIB.

Pada hari kedua pencarian itu, Tim SAR Gabungan menemukan korban sekitar 3 Km ke arah hulu sungai dalam keadaan meninggal dunia. Kemudian jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka.

Adapun unsur yang terlibat dari Basarnas Pos SAR Tembilahan, BPBD Inhil, Polsek Reteh, Polair, Babhinkamtibmas Reteh, Koramil reteh, Bhabinsa Reteh, perangkat desa Sanglar dan masyarat Desa Sanglar.

"Dengan ditemukannya korban maka Ops SAR selesai dan ditutup dengan ucapan terima kasih," terang Budi Cahyadi, Kepala Kantor Basarnas Pekanbaru.

Diberitakan media sebelumnya, seorang nelayan di Desa Sanglar Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir tersambar petir saat mencari ikan di Sungai Batang Gangsal, pada Kamis (3/8/2023).

Adapun identitas korban bernama Ahmad Saripudin umur 32 tahun berjenis kelamin laki-laki yang beralamat di Jl Teras Jaya RT 002 RW 005 Desa Sanglar Kec. Reteh Kab. Inhil.

Korban kesehariannya merupakan seorang nelayan. Pada saat itu sedang mengambil ikan pada jaring-jaring (nengemplang) yang sudah terpasang sehari sebelumnya di Sungai Batang Gangsal.

Naas pada saat sudah selesai dan hendak pulang korban tersambar petir. "Pada saat itu cuaca gerimis," terang Kepala Desa Sanglar Alfian.

Korban mengambil ikan tidak sendirian ditemani abang iparnya bernama Egi. Jadi di dalam sampan tersebut ada 2 orang. "Setelah korban jatuh ke sungai, abang iparnya tidak berani menolong karena hawanya masih panas, "terang kepada desa menirukan ucapan Egi.

Selanjutnya saudara Egi meminta tolong ke warga dan kepala desa untuk membantu pencarian. "Kejadian tersebut sekira pukul 14.00 Wib," tambah Alfian.

Pada pukul 17.00 Wib Kepala Desa menelpon Tim SAR yaitu Pos SAR Tembilahan dan BPBD Tembilahan  setelah beberapa selang warga dan perangkat Desa melakukan pencarian dengan hasil Nihil.

Pada Pukul 17.20 Wib Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pekanbaru Budi Cahyadi, S.sos., M.M. memberangkatkan Tim SAR Gabungan terdiri dari Tim Rescuer Pos SAR Tembilahan dan BPBD Tembilahan untuk melakukan koordinasi dan pencarian di lokasi kejadian. (**/spy)

Berita Lainnya

Index