Logo khazanahriau.com

Hearing Komisi II Bahas Kelangkaan Gas 3 Kg

Hearing Komisi II Bahas Kelangkaan Gas 3 Kg
Anggota Komisi II yang hadir saat hearing

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Komisi II DPRD Kota Pekanbaru memanggil Pertamina, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, PT Surya Global Mandiri (SGM) serta 60 pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg, Selasa (21/2).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Dapot Sinaga didampingi Wakil Ketua Komisi II Hj Arwinda Gusmalina  serta anggota lainnya Eri Sumarni, Jepta Sitohang dan Munawar Syahputra. Serta turut hadiri Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri SE.

Para pemilik pangkalan gas elpiji yang hadir saat hearing

 

Rapat dengar pendapat (RDP) di Ruang Paripurna Gedung Balai Payung Sekaki ini karena adanya kelangkaan pasokan gas elpiji yang dialami oleh pangkalan dibawah naungan PT SGM.

Dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Dapot Sinaga bahwa PT SGM diketahui sudah dua bulan tidak menyalurkan gas elpiji 3 kg ke pangkalan.

"Dari Pertamina menyampaikan gas elpiji itu ada, tapi tidak disalurkan agen ke pangkalan," kata Dapot.

Namun, dalam rapat yang dihadiri puluhan pemilik pangkalan gas ini, tidak ada satupun perwakilan dari PT SGM yang hadir untuk memberikan  kejelasan terhadap persoalan gas melon tersebut.

Komisi II DPRD Kota Pekanbaru saat hearing bersama Pertamina, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, PT  
Surya Global Mandiri (SGM) serta 60 pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg.

 

"Agen di Pekanbaru ada 23, sekarang dihapuskan aja dulu PT SGM. Dan kita minta Pertamina menyalurkan gas dari agen lain agar pangkalan bisa jalan  lagi," ungkap Dapot.

Dari rapat yang berjalan lebih kurang selama 2 jam ini, tidak ada hasil yang diputuskan. Hal ini lantaran pihak Pertamina tidak bisa memberikan  jawaban yang pasti terkait dengan permasalahan yang dialami oleh PT SGM dan puluhan pangkalan gas elpiji.

Suasana hearing 

 

"Hari Senin pekan depan kita akan rapat lagi di Pertamina," ujar Dapot.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan Pertamina jangan bermain-main dalam hal menyikapi persoalan gas elpiji 3 kg. Sehingga, kedepan tidak lagi  ada agen gas elpiji yang mengalami kesalahan serupa.

"Kita minta data dari Pertamina untuk 23 agen di Pekanbaru, selain itu kontrak dari pangkalan harus diketahui oleh Pertamina. Bukan kontrak antara  agen dan pangkalan seperti sekarang," tutup Dapot.

Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Eri Sumarni memberikan waktu kepada PT SGM dan Pertamina selama 4 hari untuk menyelesaikan  permasalahan mandeknya pendistribusian gas elpiji 3 kg.

Sesi tanya jawab saat hearing. 

 

?Awalnya 3 minggu, tapi itu kelamaan dan ada pangkalan yang sudah habis kontrak, jadi keputusannya hari Senin 27 Februari 2023,? terang Eri.

Politisi Hanura ini pun berharap dalam waktu 4 hari ini Pertamina dan Disperindag Pekanbaru bisa menyelesaikan permasalahan ini. (***)

Berita Lainnya

Index