PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Sejak tahun lalu pelanggan Perumdam Tirta Siak mengalami hal yang tidak mengenakan. Water meter (WM) atau meteran air yang digunakan untuk menyambungkan instalasi ke dalam rumah pelanggan dicuri pihak yang tidak brtanggung jawab.
Setelah melalui berbagai cara, pada Selasa (30/1) salah satu tersangka pencurian brhasil diamankan oleh pihak keamanan Sukaramai Trade Centre (STC) untuk kemudian diserahkan langsung kepada kepolisian resort Kota Pekanbaru.
Tertangkap tangannya pelaku karena memang sudah diperhatikan oleh pihak keamanan STC karena banyak dari pelanggan yang ada disana kehilangan WM. Pelaku pencurian diketahu bernama Jimi Susanto Hutabarat yang ketika dimintai keterangan mengaku kepada penyelidik bahwa ia hanya disuruh.
"Awak disuruh pak, nanti dikasih rokok. Disuruh sama orang namanya Hendrik," ungkapnya Selasa (30/1).
Belum jelas siapa yang dimaksud oleh pelaku pencurian tersebut, namun pihak kepolisian akan mengembangkan kasus ini. Terkait dengan penangkapan ini Direktur Perumdam Tirta Siak Agung Anugrah mengaku bersyukur dan mengharapkan efek jera kepada pelaku.
"Kami cukup berterima kasih dengan penangkapan dari peaku ini. Karena kita tau apa yang dilakukan ini merugikan banyak pihak terutama pelanggan yang merupakan masyarakat Pekanbaru. Jadi kami berharap kenyamanan pada pelanggan kami, sekaligus rasa aman. Kami sangat mengapresiasi semua pohak baik pihak keamanan STC dan nuga para penyelidik di Polsresta Pekanbaru," ungkapnya Rabu (31/1).
Ketika diamankan tersangka Jimi membawa 1(satu) water meter yang telah dipotong. Di dalam tas Jimi juga ditemukan berbagai material seperti gate valve pvc 3/4 lebih dari 5 buah. Ditemukan juga alat gunting pipa,lem pipa bahkan dop yang biasa digunakan untuk menutup pipa saat WM dipotong agar air berhenti mengalir.
Kepala Staf Pengawas Internal (SPI) PerumdamTirta Siak Agus Effendi juga memiliki komitmen akan menindak tegas keterlibatan orang dalam Tirta Siak dalam kasus ini.
"Memang pencuri ini seperti seorang yang mengerti dengan teknik perpipaan air, jadi ada spekulasi keterlibatan pihak kita, spekulasinya tentu belum bisa kita buktikan karena masih menunggu penyelidikan lebih lanjut. Jika memang terbukti ada, ya tentu akan kita tindak tegas, hukuman maksimal dari kami pun akan dilakukan," terangnya. (ayu)