Logo khazanahriau.com

Penuhi Kebutuhan Masyarakat Saat Nataru, BI Riau Siapkan Uang Tunai Rp 4 Triliun

Penuhi Kebutuhan Masyarakat Saat Nataru, BI Riau Siapkan Uang Tunai Rp 4 Triliun
Ilustrasi/net

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Riau siapkan uang tunai Rp 4 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru)

Kepala Perwakilan Bank Indonosia (BI) Provinsi Riau Muhamad Nur mengatakan, untuk perayaan Nataru 2024 ini persedian uang tunai di Riau cukup dan masyarakat tidak perlu khawatir.

"Nataru 2024 ini kita perkirakan kebutuhan uang tunai di Riau Rp 4 T dan persedian uang kita cukup," ujar Kepala Perwakilan Bank Indonosia (BI) Provinsi Riau Muhamad Nur, seperti dilansir dari Tribun, akhir pekan lalu.

Bila dibandingkan dengan Nataru tahun lalu kebutuhan uang di Riau turun. "Tahun lalu kebutuhan uang Rp 5,7 T kita sediakan uang tunai Rp 6 T dan tahun ini kebutuhan uang sekitar Rp 4 T kita sediakan sekitar Rp 4 T," ucap M Nur.

Uang tunai itu diproyeksikan ditarik melalui perbankan di Pekanbaru langsung ke Bank Indonesia Provinsi Riau. Kemudian di 3 Kantor Kas Titipan yaitu Rengat, Pasir Pa7ngaraian dan Selat Panjang.

Dijelaskan M Nur, turunnya kebutuhan uang di Nataru tahun 2024 ini disebabkan kondisi ekonomi yang sudah mulai pulih.  Kemudian meningkatnya transaksi di masyarakat menggunakan non tunai salah satunya Qris dan Peningkatan transaksi pencairan dana APBD pemerintah yg semula tunai beralih ke non tunai ( BI-Fast).

Selanjutnya Kecendrungan penurunan harga sawit mentah (CPO) di banding tahun lalu 2022. "Untuk itu masyarakat kita harapkan tetap belanja bijak dan mematuhi kebijakan pemerintah menghadapi Nataru. Kita juga himbau masyarakat agar memanfaatkan kanal pembayaran non tunai," ungkap Muhamad Nur.

Terkait apakah kemungkinan akan banyaknya beredar uang Palsu? M Nur menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir, karena tidak ada potensi yang membahayakan.

Bank Indonesia kata M Nur lagi, senantiasa meningkatkan fitur pengananan uang, terutama pada uang baru TE 2022, diperkuat lagi sehingga semakin sulit dipalsukan.

Apalagi Provinsi Riau, secara nasional termasuk wilayah yang tidak rawan pemalsuan. "Walaupun begitu kita harapkan masyarakat tetap waspada," ujarnya.

Sampai saat ini belum ada indikasi meningkat peredaran uang palsu di Riau. Bahkan pada nataru dan pemilu-pemilu sebelumnya juga tidak ditemukan peningkatan yang signifikan.

Lebih jauh Muhamad Nur juga menyampaikan, transaksi menggunakan non tunai atau QRIS juga sangat bermanfaat mengurangi peredaran uang palsu dan masyarakat bisa terhindar mendapatkan uang palsu saat transaksi.

"Jadi agar terhindar dari peredaran uang palsu transaksi non tunai atau QRIS sangat tepat sekali, karena kita transaksinya tidak pakai fisik uang rupiah," ungkap  Muhamad Nur.

Pembayaran melalui QRIS ini membuat transaksi menjadi lebih cepat, praktis dan sangat aman. Dimana penjual tidak perlu menyediakan uang pecahan kecil untuk kembalian karena pembeli. (*)

Berita Lainnya

Index