PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM- Gerakan Shalat Subuh Berjamaah (GSSB) yang merupakan program keagamaan dari Pj Gubernur Riau, Brigjen TNI Pur H Edi Natar Nasution SIp, kembali digelar, Jumat (22/12/2023) di Masjid Raya An Nur. GSSB yang ke-168 ini, dibuka langsung oleh Pj Gubri Eddy Natar dengan tema "Muhasabah Akhir Tahun bersama Ustadz Abdul Somad (UAS)".
Gubri tampak hadir bersama unsur Forkominda seperti Kajati Riau, Kepala PTA, Ketua OJK, Sekda dan Legislator Riau di DPR RI Drs H Achmad MSi.
Ustadz Abdul Somad menyampaikan dalam ceramahnya bahwa pembangunan masjid memiliki nilai penting dalam sejarah, seperti yang dilakukan oleh para penguasa terdahulu. Dia merinci sejarah pembangunan Masjidil Haram sebagai mesjid pertama yang didirikan di bumi. Lalu berjarak 40 tahun kemudian didirikan Masjidil Aqsa di Syam, lalu ketiga Masjid Nabawi di Madinah Lalu ada lagi Masjid Amr bin Ash, masjid pertama di Afrika. Itulah empat masjid pertama yang dibangun di bumi.
UAS juga membahas sejarah universitas awal yang bermula dari majelis-majelis di masjid, seperti Universitas Qarawiyyin di Maroko yang didirikan pada 795 M, Universitas Zaituna di Tunisia pada 737 M dan Al-Azhar di Mesir 970 M. Ceramah tersebut juga mencakup sejarah budaya pemakaian toga, yang pertama kali dibawa oleh Fatimah al Fikri dari Maroko.
Ustadz Abdul Somad menarik perbandingan dengan universitas dari barat yang muncul belakangan, seperti Universitas Oxford 1069 M, Cambridge 1209 M, dan Harvard 1636 M yang baru muncul setelah abad ke-11 hingga abad ke-17.
Sejumlah masjid di Indonesia, termasuk Masjid Demak dan Masjid Pulau Menyengat, juga menjadi sorotan dalam mendirikan mesjid sebagai budaya di tanah Melayu.
UAS juga mengatakan, Masjid Raya An Nur juga bisa menjadi pusat peradaban dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Caranya, memberdayakan masjid tidak semata untuk ceramah atau kajian kitab, melainkan juga untuk tempat menjalankan usaha yang menghasilkan uang. (lyr)