Logo khazanahriau.com

Bagian 2,

Siapa Perempuan Berkebaya yang Keluar Masuk dari Rumah Tuan Kadi Itu?

Siapa  Perempuan Berkebaya yang Keluar Masuk dari Rumah Tuan Kadi Itu?
Situs Cagar Budaya Rumah Singgah Tuan Kadi di Jalan Perdagangan, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru. foto: dok lyra

Haji Hidayat awalnya mengira itu hanya mimpi belaka. Ia pun tak merasa perlu untuk menceritakannya kepada orang lain.

Ia  tak mengira bahwa beberapa waktu kemudian, mimpi itu seperti terkonfirmasi oleh suatu peristiwa. Tanpa ia sadari, seseorang membenarkan keberadaan sang perempuan berkebaya putih itu di Rumah Singgah Tuan Kadi.

Diceritakannya, suatu malam digelar acara pentas seni di halaman Situs Cagar  Budaya Rumah Singgah Tuan Kadi. Ramai orang berdatangan. Termasuk dari Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru.

Berbagai acara tradisional ditampilkan. Musik, lagu, dan tarian. Semarak. Haji Hidayat yang telah selesai tugasnya di rumah singgah itu, turut berbaur bersama masyarakat. Saat itulah, seseorang dari Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru menemui Haji  Hidayat dan bertanya, “Pak, siapa itu perempuan yang dari tadi saya liat keluar masuk Rumah Tuan Kadi?”

“Saya sempat terdiam sejenak. Saya pikir, siapa? Rumah itu setau saya ya kosong. Saya yang mengunci pintunya setiap sore pukul lima, karena itu memang bagian dari tugas saya. Saya yakin tidak ada orang yang tinggal di dalam,” kata Haji Hidayat kepada khazanahriau.

Tiba-tiba  ia teringat akan mimpinya tempo hari. Lalu, dengan nada yang biasa, ia bertanya pada orang dari dinas pariwisata itu,”Apakah perempuan itu memakai kebaya putih?”

“Iya,” jawab orang itu.

“Apakah ada sanggul di kepalanya?” tanyanya lagi.

“Iya,”  jawab orang itu lagi.

Pahamlah ia, perempuan yang dilihat orang dari dinas itu adalah perempuan yang sama yang muncul di mimpinya. 

Kami yang mendengarkan merasakan bulu kuduk mulai perlahan berdiri.

“Saya kira ‘dia’ mendengarkan kita sekarang. Tapi biar saja, toh ini memang kenyataannya,” katanya sambil tertawa.

Dalam Islam, makhluk-makhluk tak kasat mata itu diyakini memang menghuni tempat-tempat yang kosong. Rumah Singgah Tuan Kadi memenuhi kriteria itu. Rumah itu kosong bertahun-tahun, lembab da nada banyak foto manusia di dalamnya. Salah satunya adalah foto Sultan Syarif Kasim II, sultan terakhir Kerajaan Siak sebelum menggabungkan diri ke dalam Negara Republik Indonesia pada 1945 lalu.

Sejauh ini, kehadirannya tidak mengganggu pihak lain. Namun suatu hari,  seorang wisatawan dari Tembilahan, Indragiri Hilir, melakukan ‘kecerobohan’ sehingga penghuni Rumah Singgah Tuan Kadi memberinya sedikit ‘pelajaran’. Apakah itu? (bersambung…)

Berita Lainnya

Index