Logo khazanahriau.com

Bagian 1,

Sisi Lain Rumah Singgah Tuan Kadi, Setiap Rumah Ada Penghuninya

Sisi Lain Rumah Singgah Tuan Kadi, Setiap Rumah Ada Penghuninya
Ruang tamu Rumah Tuan Kadi di Jalan Perdagangan, Pekanbaru. foto lyra

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM-Situs Cagar Budaya Rumah Singgah Tuan Qhadi yang terletak di Jalan Perdagangan, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, siang itu, Selasa (5/12/2023) tampak lengang.  Rumah panggung bercat krem dan jendela biru itu, tampak murung. Sepi.

Kami perlahan melangkah mendekat, membuka sepatu di anak tangga  pertama, lalu mengucapkan  salam. Namun tak ada yang menjawab. Hening. Kami memberanikan diri untuk masuk, sambil mengucapkan salam lagi. Mana tau ada orang di dalam. Namun hanya sunyi yang ada. Dan angin semilir, menggerakkan kain jendela.

Kami  dari khazanahriau lalu mengisi buku tamu, melihat ruang tamu yang menyediakan dua kursi  dari rotan satu meja bulat di tengah. Ada sejumlah foto kenangan menghiasi dinding. 

Kami masuk lebih ke dalam rumah. Ada empat ruang yang sepertinya bisa difungsikan sebagai kamar tidur. Satu kamar di bagian tengah, tampak tertutup dan dikunci. Sementara tiga kamar lainnya, dibiarkan terbuka.

Kamar  pertama, tampak kosong. Sementara dua kamar di bagian belakang rumah, berisi barang-barang sembarang. 

Setelah melihat-lihat, kami berencana untuk kembali karena rumah itu kosong. Namun saat itu muncullah Juru Pelihara Rumah Singgah Tuan Kadi bernama Haji Hidayat. Dengan ramah ia melayani kami. Menjawab semua pertanyaan, mulai dari sejarah, proses renovasi dan mitos-mitos yang beredar di rumah itu.

Ia mengatakan, rumah itu ada penghuninya. “Memang tidak kasat mata,” katanya. “Bahkan saat ini, siang inipun, saya kira mereka mendengarkan kita sedang berbicara,” terusnya.

Lalu mengalirlah cerita Haji Hidayat tentang sisi lain Rumah Singgah Tuan Kadi ini.

Perempuan Berkebaya Putih

Lelaki 45 tahun itu lahir dan besar di lingkungan itu. Sejak kecil, ia memang sudah akrab dengan hal-hal yang terdengar tidak masuk akal di telinga anak-anak muda zaman sekarang. 

Semasa kecil, ia melihat datuknya pergi ke pinggir Sungai Siak dan  melarung lilin serta sesajen untuk buaya putih yang dipercaya sebagai penghuni sungai.  Walau kini sudah tak ada lagi ia lihat orang melakukan ritual itu, namun kepercayaan masyarakat setempat tidak berubah, yaitu sungai akan meluap bila setahun itu tak ada orang yang ‘hilang’ (mati, red) di sungai itu.

Demikian pula dengan Rumah Singgah Tuan Kadi, tak lepas dari hal-hal mistis itu. Dikatakan Haji Hidayat, sehari sebelum peresmian rumah itu oleh pemerintah, malam itu ia bermimpi bertemu seorang perempuan tua seperti bangsawan, mengatakan kebaya putih dan kain songket serta kepala bersanggul. 

Perempuan itu mengenalkan dirinya sebagai pemilik rumah itu. Ia juga mengenalkan penghuni lainnya, ada yang berwujud tinggi besar hitam di salah satu sudut rumah dan yang lainnya.

“Yang terbesar ada di dekat sini,” Haji Hidayat menunjuk ruang tengah, dimana terdapat meja dan buku tamu. “Ia tinggi besar dan memakai tanjak (penutup kepala orang Melayu, red) di kepalanya.”

Keberadaan makhluk-makhluk tak kasat mata itu, memang tak dapat dirasakan orang biasa. Namun bagi orang yang paham,  akan dapat mengetahui bahwa Rumah Singgah Tuan Kadi adalah salah satu tempat yang bisa digunakan untuk uji nyali. Berani? (bersambung…)

Berita Lainnya

Index