Logo khazanahriau.com

Emak-emak di Pekanbaru Ikut Boikot Produk Pendukung Zionis Israel

Emak-emak di Pekanbaru Ikut Boikot Produk Pendukung Zionis Israel
Ilustrasi/net

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM- Fenomena boikot produk-produk Israel terjadi tidak hanya di kalangan anak muda, namun juga di kalangan emak-emak. Setelah sebelumnya viral di sosial media untuk memboikot produk Starbucks, McDonalds, Coca-Cola, dan Disney+ di kalangan anak-anak muda, aksi boikot ini ternyata juga dilakukan oleh emak-emak. Beredarnya list produk-produk buatan Amerika dan Israel membuat masyarakat beralih ke produk lokal sebagai alternatif.

Hal ini terjadi juga di banyak toko-toko kelontong, contohnya di daerah Pekanbaru. Produk-produk kebutuhan sehari-hari seperti bumbu masak, deterjen, air mineral dan sebagainya buatan Amerika atau Israel nyaris tidak tersentuh oleh konsumen dan beralih ke produk-produk lokal.

Aksi boikot produk-produk Amerika dan Israel ini didasari sebagai bentuk dukungan masyarakat Indonesia kepada rakyat Palestina. Kesadaran bahwa apa yang dilakukan tentara zionis Israel yang disokong oleh Amerika kepada rakyat Palestina jelas adalah tindak penjajahan dan genosida.

Tidak hanya di Indonesia, aksi boikot produk-produk Israel dan Amerika ini juga terjadi di berbagai negara belahan dunia seperti di Amerika sendiri, Inggris, Malaysia, dan lainnya. Hal ini berdampak dengan jatuhnya persentase penjualan produk mereka secara drastis. Tentunya hal ini dapat mengakibatkan dampak yang lebih merugikan lagi bagi perusahaan-perusahaan tersebut.

?Aksi boikot ini seharusnya sudah sejak dulu kita lakukan, sejak awal Palestina dijajah oleh Israel, kita seharusnya sudah memboikot produk-produk ini. Kalau saran saya, mari kita kita boikot produk-produk ini tidak hanya sekarang tapi untuk seterusnya. Karena ada banyak produk lokal dan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) kita yang mempunyai produk yang sama dan berkualitas,? ucap Alfadino, salah satu warga Tangkerang Tengah, Pekanbaru, Senin (20/11/2023).

?Udah sekitar 5 tahun aku nggak pakai produk-produk ini (produk buatan Amerika dan Israel) karena emang produk-produk ini emang udah jahat sama kita (konsumen). Pertama, mayoritas produk-produk ini melakukan marketing yang tidak jujur dan tidak etis, seperti menggunakan bahan alami, natural, ramah lingkungan dan lainnya, padahal hanya agar dapat simpatisan dan keuntungan. Kedua, banyak produk ini melakukan bisnis tidak bertanggung jawab. Mereka tidak peduli pada kesejahtaraan pekerja, upah pekerja kecil bahkan tidak layak, tidak ada asuransi dan lainnya. Ketiga, produk ini banyak yang tidak sehat untuk tubuh kita. Banyak dari produk-produk ini menggunakan kimia sintetis yang tidak baik untuk kesehatan. Terakhir, produk-produk ini tidak peduli lingkungan. Produk-produk ini merupakan penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia. Menurutku, tanpa permasalahan Israel saat ini, produk-produk ini emang udah layak di boikot dari hidup kita,? ucap Dwi Sasetyaningsih, seorang influencer dan entrepreneur di akun instagramnya.

Reni, salah seorang pemilik toko kelontong di wilayah Sukajadi, Pekanbaru, mengakui merasakan dampak dari aksi boikot ini. Ia mendapati konsumennya beralih dari produk buatan Amerika dan Israel ke produk alternatif atau produk lokal.
Ketika ditanya apakah aksi boikot ini berdampak pada usahanya ia mengakatan, sangat berdampak.

?Kalau konsumen bertanya apakah produk ini mendukung Israel atau tidak, maka saya akan mengarahkan kepada produk-produk alternatif,? katanya. (LYR)

Berita Lainnya

Index