PERLIS, KHAZANAHRIAU.COM - Puncak milad Muhammadiyah ke 113 dan Milad UMAM ke 4 diresmikan oleh Raja Muda Perlis Syed Faizuddin Putra Ibni Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, Kamis (27/11) di Perlis, Malaysia.
Puncak milad yang digelar perdana diluar negeri ini, menjadi momen bersejarah pasalnya langsung dihadiri Raja Muda Perlis, hadir pula Ketua PP Muhammadiyah Haedsr Nasir, lembaga pengarah UMAM, Prof Emeritus Datu Dr. Mohd. Nuh Dalimin, Rektor UMAM Saidul Amin, pimpinan muhammadiyah pusat dan Aisiyah, juga seluruh propinsi di Indonesia
Dalam sambutannya Raja Muda Perlis mengatakan bahwa dengan hadirnya UMAM di Perlis diharapkan mahasiswa UMAM bisa menjadi duta pembaharuan keislaman yang bisa menyebar luar ilmu kemuhammadiyahan di Perlis. Ia juga berharap hubungan kedua negara Indonesia dan Malaysia bisa tetap harmonis melekat melalui kehadiran UMAM.
"Saya bersyukur, semangat untuk hadir di Perlis sangat luar biasa, meski saat ini kondisi Pwlerlis tengah dilanda banjir, saya sangat mengapresiasi semangatnya"ujar Raja Muda Perlis.
Sementara itu, dikesempatan yang sama Haedar mengapresiasi perjalana UMAM hingga diusia ke 4 ini. Ia berterimakasih karena kehadiran UMAM atas kerjasama dan dukungan dari Raja Perlis.
"Alhamdulillah usia umam genap 4 tahun, dan semua berjalan baik, perjalanan ini tentunya karena adanya sokongan dari raja muda Perlis, sebagai tempat berlabuh tempat umam bersemi, dan pada saat itulah umam berdiri. Tidak hanya itu saja dukungan dari luar juga begitu luar biasa khususnya negara-negara sahabat dan menjadikan sebuah masa deban baru bagi Indonesia,"ujar Haedr.
"Terimakasih atas dukungannya, dan kami akan menjaga amanah dan menjadi kan umam center of excelent,xtuturnya lagi.
Dijelaskannya, berdirinya UMAM di Perlis ada 2 tujuan yakni menjalin kembali hubungan yang semakin erat bagi Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun atau serantau, sehingga bisa memberi maslahat bagi kedua bangsa yg memiliki latar belakang yang sama dan menebar maslahat kebaikan bagi bangsa di Asean dan juga global.
Didalam pandangan Muhammadiyah, dalam kemaslahatan muhammadiyah itu terwujud tanpa melaksanakan risalah melalui karya dan program lembaga pendidikan tinggi, pada setiap kemajuan bangsa maka disitulan menjadi tonggak utama bagi bangsa.
Berdirinya umam merupakan cita-cita lama untuk internasionalisasi gerakan denganbmenebar ilmu untuk membangun peradaban umat yang lebih baik sesuai dgn ayat alquran bahwa derajat tertinggi sebuah bangsa tak lain karena iman dan ilmu.
Diharapkan kehadiran UMAM bisa bertumbuh dan berkembang menjadi institusi yang bisa melahirkan generasi yang beriman dan berakhlak dan menjadi kunci bagi peradaban Islam,"harapnya.
Sementara itu Rektor UMAM sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Saidul Amin mengatakan kehadiran Umam di Perlis merupakan jembatan ilmu bagi Indonesia dan Malaysia, dan ini juga menjadi starting point pengukuhan bagi kedua negara.
Umam menyadari untuk terus meluarkan strategi dan capaian Memperkukuh kedudukan kuantiti dengan kualiti pengajian dan penghidmatan, yang mendidik dan mengamalkan ilmu guna mencerahkan dunia melalui ilmu dan amal sesuai dengan nilai-nilai rahmatan lilalamin,"pungkasnya. (ReR)