Logo khazanahriau.com

Milad UMAM ke 4, Haidar Ajak Umat Pahami Islam Berkemajuan

Milad UMAM ke 4, Haidar Ajak Umat Pahami Islam Berkemajuan
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir saat memberikan kajian keislaman dalam acara milad UMAM ke 4, di Perlis Malaysia

PERLIS, KHAZANAHRIAU.COM - Usai acara konfrensi Internasional, pada malam Kamis (26/11) peringatan acara milad Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) ke 4 sekaligus Milad ke 113 Muhammadiyah dilanjutkan dengan klacara temu ramah  temu ramah bersama para tokoh pendidikan dan mahasiswa. 

Diawali dengan makan malam bersama, acara dilanjutkan dengan kajian islam oleh Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan juga Mufti Perlis, Dato' Arif Perkasa Dr. Mohd Asri Zainul Abidin. 

Hadir dalam acara tersebut Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Bambang Setiaji, Rektor UMAM yang juga merangkap sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Dr. H. Saidul Amin, MA., para tokoh pendidikan dan Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) serta perguruan tinggi dari berbagai negara sahabat lainnya. 

Dakam kajiannya,  yang mengangkat tema “Muhammadiyah: Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan”. Haedar mengajak peserta membaca posisi umat manusia, Islam, dan Muhammadiyah dalam dinamika perjalanan zaman. Menurutnya, manusia tidak hanya hidup dalam keragaman ideologi, suku, bangsa, dan agama, tetapi juga dalam tempo kehidupan, yakni zona waktu yang membentuk cara berpikir dan bertindak.

"Saat ini ada sekitar 70 persen umat manusia pada masa lampau hidup dalam alam pikiran agraris dan pertanian, yang sangat terikat dengan tradisi dan ekosistem komunitasnya. Banyak yang tidak dapat keluar dari tradisionalitas itu. Sementara itu, sekitar 24 persen lainnya hidup pada era industrial-modern yang ditandai pola pikir rasional, objektif, dan efisien,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dua hingga tiga dekade terakhir semakin menegaskan hipotesis mengenai lahirnya era 4.0 hingga 7.0, yang membawa perubahan sangat cepat dalam berbagai aspek kehidupan.

“Saya berbicara tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan untuk menegaskan bagaimana Islam, termasuk Muhammadiyah, hidup dalam arus sejarah yang dinamis dan terus bergerak,” tegasnya.

Fondasi Pemikiran Kiai Dahlan dan Islam Berkemajuan
Dalam kesempatan ini, Prof. Haedar juga menelusuri konstruksi intelektual Muhammadiyah yang dibangun dari pemikiran Kiai Haji Ahmad Dahlan. Ia menjelaskan bahwa gagasan awal Kiai Dahlan merupakan percikan yang melahirkan konsep besar Islam Berkemajuan, identitas utama Muhammadiyah hingga hari ini.

Selain itu, Haedar juga mengajak umat Islam bisa memahami tentang Islam Berkemajuan sangat penting bagi UMAM sebagai institusi pendidikan Muhammadiyah yang beroperasi di ranah internasional. Melalui kegiatan akademik, penelitian, dan seminar internasional, UMAM diharapkan dapat membentuk cara pandang umat Islam yang relevan dengan tuntutan global sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masa depan nantinya. (ReR)

Berita Lainnya

Index