MALAYSIA, KHAZANAHRIAU.COM - Usai digelarnya konfrensi internasional, malamya kegiatan dilanjutkan dengan temu ramah seluruh tokoh pendidikan dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malaysia yang diawali dengan makan malam bersama, Rabu (26/11) di Hotel Seri Malaysia.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua PP muhammadiyah Haedar Nasir, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji, para rektor dan tokoh pendidikan dari berbagai negara sahabat. Dalam pertemuan itu juga turut digelar kajian terkait keislaman yang disampaikan oleh Mufti Perlis Dato Arif Perkasa Dr. Mohd Asri Zainul Abidin.
Terkihat antusias peserta dalam pembahasan tersebut, seperti yang disampaikan salah seorang mahasiswa asal Mesir, menanyakan terkait para pendosa yang ingin mengubah takdirnya kepada Allah.
Dalam hal tersebut Mufti Perlis mengatakan bahwa apapun yang dilakukan umatnya dari hal yang kecil hingga yang besar, karena Allah SWT maha mengetahui. Jadi tak ada satu orangpunya bisa menutupinya. "Jadi apa yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT maka itulah yang akan berlaku. Meski ada ramalan seperti petang nanti akan turun hujan, jika Ia tak berkehendak maka hujan tidak akan turun. Maka jika kamu pendosa, maka tetap pendosa karena Ia maha mengetahui dan maha melihat apa yang dilakukan umatnya,"ungkap Mufti Perlis.
Sementara itu pertanyaan lainnya, bagaimana mengamalkan Qarin sehinga bisa membawa kita kepada kebaikan dan tidak menyeret pada kesesatan. Mufti mengatakan bahwa amalam qarin bisa dihilangkan dengan amalan sholeh, tahajud dan amalan soleh lainnya.
Qarin selain membawa kepada kesesatan juga ada membawa pada kebaikan. Oleh sebab itu bagaimana seorang umat bisa taat atas segala pentah-Nya dan menjauhi larangan,"pungkasnya. (ReR)