PEKANBAEU, KHAZANAHRIAU.COM – Sebanyak 3.061 mahasiswa baru mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru dan Nasa Ta'aruf Universitas Muhammadiyah Riau, Senin (15/9).
Acara yang dipusatkan di Halaman Kampus Utama UMRI, begitu haru dan memukau karena seluruh yang hadir memakai pakaian adat nusantara, baik dari civitas kampus dan juga para mahasiswa baru.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari hingga 17 September 2025 mendatang. Acara dimulai dengan penampilan parade adat, sehingga menampakkan seluruh yang hadir tampak satu meski dalam balutan keberagaman baju nusantara.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA., beserta seluruh jajaran pimpinan universitas. Dengan dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr Agus Taufiqurrahman, MKes SpS., Gubernur Riau yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau Dr Arden Simeru, MKom., Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau H Abunawas SAg MM., Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri Prof Dr H M Nazir, MA., serta Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Pekanbaru.
Dalam sambutannya, Rektor Umri menegaskan bahwa tahun ini menjadi catatan sejarah baru dengan jumlah mahasiswa terbanyak sepanjang 17 tahun berdirinya Umri. Hal ini menjadi momentum penting untuk membawa universitas menuju level yang lebih tinggi.
Kehadiran tiga ribuan mahasiswa baru dari berbagai daerah menjadi simbol nyata keberagaman dan kebersamaan. Umri tidak hanya tumbuh di bumi Lancang Kuning, tetapi juga menjadi rumah besar bagi mahasiswa baru dari 15 Provinsi di Indonesia, hingga mancanegara.
“Yang membuat kita bangga, mahasiswa baru Umri tidak hanya berasal dari Riau, tetapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan dari luar negeri. Ada juga mahasiswa yang non muslim. Ini membuktikan Umri adalah kampus inklusif, terbuka untuk semua. Kehadiran para Sang Pencerah Muda ini memperkuat komitmen Umri sebagai kampus unggul, pusat pengembangan ilmu, sekaligus mercusuar peradaban Islam berkemajuan di Riau dan Indonesia,” ungkap Rektor.
Ia menambahkan, PKKMB dan Mastama tahun ini mengusung nuansa budaya sebagai simbol keberagaman bangsa.
“Hari ini Umri hadir untuk Nusantara. Saya berpesan kepada mahasiswa baru agar mempersiapkan diri menjadi generasi yang berpikir global tanpa kehilangan akar budaya dan nilai spiritual,” pesannya.
Rektor Umri juga menegaskan tiga komponen utama yang akan dibentuk selama mahasiswa menempuh pendidikan di Umri, yakni Head (ilmu pengetahuan), Heart (iman dan ideologi), serta Hand (keterampilan).
“Head, di-asah melalui pembelajaran akademik yang mendorong kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kemudian Heart, di-asuh dengan nilai-nilai akhlak mulia, keimanan, dan kepedulian sosial agar mahasiswa tumbuh sebagai insan berkarakter dan berjiwa humanis. Dan yang terakhir Hand, di-asih melalui keterampilan praktis, soft skill, dan jiwa kewirausahaan sehingga mahasiswa siap menghadapi dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan” tegas Dr Saidul Amin.
Dengan pendekatan holistik ini, Umri ingin memastikan bahwa setiap Sang Pencerah Muda tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki hati yang peka dan tangan yang terampil untuk berkarya di tengah masyarakat.
Tambahnya lagi, ditahun ini sejumlah mahasiswa internasional juga resmi bergabung dengan keluarga besar Umri. Mereka berasal dari Kenya, Filipina, Kamboja, dan Nigeria.
Adapun rincian penerimaan mahasiswa tahun ini terbagi diantaranya Fakuktas Teknik sebanyak 493 orang, FMIPA dan Kesehatan sebanyak 492 orang, Ekonomi dan Bisnis sebanyak 711 orang, Ilmu Komputer sebanyak 434 orang, Ilmu Komunikasi sebanyak 293 orang, Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 131 orang, Hukum sebbanyak 216 orang, Studi Islam sebanyak 195 orang, Pascasarjana sebanyak 49 orang dan Kedokteran sebanyak 47 orang.
Rangkaian PKKMB dan Masta Umri Tahun 2025 juga diisi dengan kuliah umum bertema “Peran Perguruan Tinggi dalam Menciptakan Kader Bangsa” oleh Ketua PP Muhammadiyah, dr Agus Taufiqurrahman, MKes SpS.
Dalam orasinya Agus mengatakan apapun fakultasnya, jadikan Umri sebagai tempat membentuk versi terbaik diri. Awali dengan kejujuran, komunikasi yang baik, dan integritas.
"Jadikan UMRI tempat versi terbaik diri, maka setiap kegiatan yg dilakukan harus sesuai dgn cita-cita, karena UMRI menjadi bagian dari membangun versii terbaik,"ujarnya.
Dijelaskannya, keberhasilan suatu perguruan tinggi tidak hanya diukur dari indek prestasi. Karena IP berada pada urutan ke 17, sedangkan 1-16 poin pendidikan yang berisi tentang akhlak. Oleh sebab itu mulailah dengan kejujuran, keilmuan, agama dan inetgritas kemajuan.
"Sebagai lulusan, Muhmmadiyah diharapkan bisa menciptakan pemimpin bangsa. Oleh karena itu, lulusan UMRI harus memiliki 3 keunggulan yakni harus unggul moral spiritual, harus memiliki intelektual yg hebat dan unggul dari peran sosial. UMRI wadah mengawal moral, keagamaan dan itu diawali melalui karakter akhlak,"pungkasnya. (ReR)