TEHERAN, KHAZANAHRIAU.COM – Televisi Iran memberitakan bahwa gencatan senjata telah dimulai, tak lama setelah militer Iran melancarkan sejumlah serangan rudal ke Israel. Salvo terakhir itu memicu kehancuran hebat di sejumlah wilayah Israel dan menimbulkan korban jiwa.
Press TV Iran mengatakan bahwa gencatan senjata mulai berlaku setelah berakhirnya serangkaian serangan rudal yang ditembakkan ke Israel. Sebagian besar rudal berhasil dicegat, tetapi satu rudal menghantam sebuah gedung apartemen di Beersheba, menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai beberapa lainnya.
Media Israel juga telah mengumumkan bahwa gencatan senjata yang awalnya diumumkan Presiden AS Donald Trump tersebut sudah mulai berlaku. Otoritas Penyiaran Israel mengumumkan dimulainya gencatan senjata antara Israel dan Iran pada pukul 07.00 pagi waktu setempat.
Terlepas dari pengumuman di media itu, Iran belum mengkonfirmasi perjanjian gencatan senjata. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan Selasa pagi bahwa negaranya belum mencapai kesepakatan dengan Israel mengenai gencatan senjata. Sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melarang pejabatnya mengomentari gencatan senjata.
Sebelum pukul 07.00 waktu Israel, Komando Front Dalam Negeri Israel mengumumkan bahwa sirene serangan udara terdengar di Haifa dan wilayah di Israel utara, sementara media Israel melaporkan mendengar ledakan di Israel selatan.
Sebelum gencatan senjata berlaku, Iran melancarkan serangkaian serangan rudal baru ke sebagian besar wilayah Israel sejak fajar hari ini. Sebuah rudal Iran menghantam sebuah bangunan di kota Beersheba, Israel selatan, menewaskan enam warga Israel dan melukai lainnya, menurut media Israel.
Ambulans Israel melaporkan bahwa beberapa orang terjebak di bawah reruntuhan bangunan yang menjadi sasaran. Rumah Sakit Soroka Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menerima 10 orang yang terluka setelah serangan Beersheba, dua diantaranya dalam kondisi sedang dan sisanya dalam kondisi ringan.
Channel 12 Israel melaporkan bahwa gelombang kelima rudal Iran terdeteksi pada Selasa pagi, mencatat bahwa 11 rudal diluncurkan ke Israel dalam lima gelombang terpisah selama dua jam terakhir.
Sebaliknya, Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa militer Israel memperkirakan Iran meluncurkan 15 rudal ke Iran pagi ini. Kantor Berita Fars Iran melaporkan bahwa Pangkalan Udara Haifa dan Ramat David termasuk di antara lokasi yang menjadi sasaran rudal Iran pagi ini.
Sementara bertepatan dengan pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang perjanjian gencatan senjata sementara antara Teheran dan Tel Aviv, televisi Iran mengungkap pembunuhan ilmuwan nuklir Mohammad Reza Sedighi dalam serangan Israel dini hari tadi, sebelum gencatan senjata dimulai.
Saat fajar hari ini, ibu kota Teheran dan kota Karaj di sebelah barat diguncang oleh serangan yang digambarkan media lokal sebagai ledakan terbesar dalam 12 hari.
Komando Front Dalam Negeri meminta penduduk Israel utara untuk tetap berada di dekat daerah yang dibentengi, sementara Channel 12 melaporkan bahwa Israel telah menutup wilayah udaranya sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Militer Israel mengeluarkan peringatan darurat kepada penduduk di dua wilayah di ibu kota Iran, Teheran, dan mendesak mereka untuk "segera mengevakuasi rumah mereka." Peringatan tersebut tidak merinci sifat ancaman atau wilayah yang menjadi sasaran serangan, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya serangan atau operasi militer yang tidak diumumkan jauh di wilayah Iran.
Bertepatan dengan peringatan Israel, media Iran melaporkan aktivasi sistem pertahanan udara di ibu kota, Teheran, dan di kota-kota utara Rasht dan Urmia, di mana pesawat pencegat yang tidak biasa terlihat, menurut situs web lokal.
Sebuah ledakan terdengar di kota Karaj, sebelah barat Teheran, menurut media Iran. Kantor Berita Fars melaporkan bahwa sistem pertahanan udara beroperasi secara intensif, dan beberapa ledakan terdengar di Teheran tengah dan timur laut.
Channel 12 Israel juga mengumumkan pencegatan sebuah drone setelah sirene serangan udara dibunyikan di Dataran Tinggi Golan yang diduduki, yang menunjukkan bahwa baku tembak terus berlanjut meskipun ada pembicaraan tentang percepatan upaya diplomatik untuk mengakhiri pertempuran.
Militer Israel mengatakan mereka mencegat empat drone yang diluncurkan dari Iran. Sumber Israel mengatakan kepada Channel 12, "Kami memiliki lebih banyak target di Iran, namun kami telah mencapai tujuan utama, dan ini adalah momen bersejarah."
Perang antara kedua belah pihak telah memasuki hari ke-12, menandai peningkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam jenis sasaran dan cakupan serangan, termasuk fasilitas nuklir di Fordow dan Isfahan, selain pangkalan udara dan pusat penelitian. Iran merespons dengan meluncurkan ratusan rudal dan drone ke sasaran-sasaran penting di Israel.
Para pejabat Israel mengatakan mereka “menghadapi tingkat ancaman yang belum pernah terjadi sebelumnya,” sementara Iran menggambarkan operasi tersebut sebagai “respon yang sah terhadap agresi Amerika dan Israel.”