Logo khazanahriau.com

Perdana, Lahirkan Suma Cumlaude

Wamen Fajar Riza Paparkan Orasi Pendidikan dalam Wisuda ke 28 UMRI

Wamen Fajar Riza Paparkan Orasi Pendidikan dalam Wisuda ke 28 UMRI

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Dari 41 orang lulusan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) yang berhasil meraih peringkat Cumlaude, Thohirudin menjadi wisudawan pemuncak dengan peringkat Suma Cumlaude dengan IPK 3,95 dalam sidang senat ke 28 wisuda UMRI, Sabtu (3/5).

Sidang senat yang digelar di halaman Kampus Utama UMRI Pekanbaru ini diikuti sebanyak 388 orang lulusan, yang terdiri dari Fakultas Teknik, meluluskan 28 wisudawan, yang terdiri dari Program Studi D3 Mesin Otomotif, Program Studi S1 Teknik Mesin, S1 Teknik Industri, dan Program Studi S1 Teknik Kimia.

Fakultas MIPA dan Kesehatan, meluluskan 16 wisudawan yang terdiri dari Program Studi D3 Keperawatan, S1 Biologi, dan Program Studi S1 Farmasi. Kemudian fakultas Ekonomi dan Bisnis, meluluskan 144 wisudawan yang terdiri dari Program Studi S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, serta Program Studi S1 Manajemen.

Dari fakultas Ilmu Komputer, meluluskan 100 wisudawan yang terdiri dari Program Studi S1 Teknik Informatika dan S1 Sistem Informasi. Juga dari fakultas Komunikasi, meluluskan 41 wisudawan yang terdiri dari Program Studi S1 Ilmu Komunikasi dan S1 Hubungan Masyarakat.

Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan, meluluskan 36 wisudawan yang terdiri dari Program Studi S1 Pendidikan Informatika, S1 Pendidikan IPA, S1 Pendidikan VTE dan Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris. Fakultas Ilmu Hukum, meluluskan 17 wisudawan yang terdiri dari Program Studi S1 Ilmu Hukum, dan dari Fakultas Studi Islam, meluluskan 6 wisudawan yang terdiri dari Program Studi S1 Perbankan Syariah, dan S1 Psikologi Islam.

Suasana Sidang senat ke 28 terasa riuh dan bahagia, apalagi acara turut dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr Fajar Riza UI Haq, MA, dimana nantinya akan menyampaikan orasi pendidikan secara langsung dihadapan ratusan wisudawan.

Dikatakan Rektor UMRi, H Saidul Amin bahwa para lulusan Umri diharapkan menjadi generasi yang inovatif serta mampu memberikan yang terbaik di tengah-tengah masyarakat.

Saidul juga menuturkan, momen wisuda ke XXVIII tersebut juga menjadi persiapan bagi Umri sendiri sebagai tangga menuju perhelatan milad ke 17 yang akan diadakan pada Juni 2025 mendatang. Pada milad itu nanti, Umri pun akan memberikan beragam reward atau penghargaan kepada orang-orang dan tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi Umri.

Sementara itu, Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII – Bapak Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes sangat mengapresiasi kemajuan baik akademik maupun non akademik yang ada di UMRI.

Ia menghimbau, seluruh para doktor yang ada di universitas swasta di Riau untuk bisa melahirkan guru besar. Sehingga bisa menaikkan kredibilitas perguruan tinggi dikancah nasional maupun internasional.

Dikesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. RI, Dr Fajar Riza UI Haq, MA dalam orasi pendidikannya mengatakan pendidikan tinggi didunia kerja tidak selalu berbanding lurus dengan yang diinginkan, karena akan ada tantangan global yg hrs dihadapi yakni akan ada efisiensi penggunaan tenaga manusia dan digantikan dengan mesin.

Hal ini disebabkan ksrena kondisi ekonomi global yang masih belum stabil pasca pandemi. Oleh sebab itu, generasi muda dituntut harus mandiri, inovasi dan kreatifitas.

"Jadi pandailah mencari kesempatan atau peluang dengan fokus pada pengembangan potensi diri. Tidak hanya keterampilan teknis (hard skill) tapi soft skill (problem solusi).

Fajar juga menghimbau kepada seluruh lulusan agar memiliki kemampuan mengkritik, dan tidak mudah percaya terhdap informasi dari aplikasi atau digital berupa mesin kecerdasan buatan seperti chat GPT, Ai dan lainnya.

"Sebelum mempercayai tetap juga mencari perbandingan dan informasi dari lainnya, untuk lebih akurat. Harus ada verifikasi kecerdasan dari aplikasi tersebut,"ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa para lulusan harus mampu berkomunikasi, selain akademik juga harus mengasah non akademik, sehingga bisa berinteraksi dan memiliki daya tahan lebih kuat ditengah masyarakat.

Selain itu kemampuan berkolaborasi bekerjasama dalam satu tim, tujuannya utk menurunkan ego dan menghargai org lain, dan beradabtasi dengan dunia kerja.

"Dunia kerja adalah sekolah lanjutan dalam belajar, dunia kerja mengajak kita untuk bisa lebih dan banyak bertanya, maka jadilah manusia pembelajar. Karena belajar tidak ada ujungnya. Saya berharap, 20 tahun kedepan akan ada yang menjadi menteri dari lulusan ini,"harapnya.

Fajar juga menambabhkan, selain itu buatlah jejaring lebih banyak, serta jadilah kader muhammadiyah yang berkemajuan, berpegang teguh pada tauhid. Dimanapun berkiprah tauhid sebagai pondasi hidup manusia beriman. Serta memiliki semangat pembaharuan atau inovasi, lahir sebagai inovator sosial. Serta mengembangkan dan penyebarkan moderat.

"Jangan terjebak hal-hal yang ekstrim kanan dan kiri, tapi jadilah umat yang selalu memberikan jalan tengah serta punya semangat rahmatan lilalamin,"pungkasnya.(ReR)

Berita Lainnya

Index