Logo khazanahriau.com

Fakta Baru Pembunuhan 15 Paramedis Palestina, Israel Tembaki Ambulans 3,5 Menit dari Dekat

Fakta Baru Pembunuhan 15 Paramedis Palestina, Israel Tembaki Ambulans 3,5 Menit dari Dekat
Petugas Bulan sabit Merah Palestina saling menenangkan selepas penemuan jenazah rekan mereka yang dibunuh Israel, Ahad (31/3/2025).Foto: PCRS/X

JAKARTA, KHAZANAHRIAU.COM - Fakta bar dalam pembunuhan 15 petugas medis dan penyelamat Palestina oleh pasukan Israel di Jalur Gaza bulan lalu terungkap. Fakta ini menunjukkan klaim Pasukan Pertahanan Israel bahwa tentara tidak menembaki petugas medis tanpa pandang bulu bertentang dengan bukti.

Fakta itu diungkap oleh Harian Israel Haaretz. Surat kabar itu melaporkan pada Rabu bahwa analisis mereka terhadap materi milik IDF yang dikumpulkan dari penyelidikan internal bertentangan dengan klaim tentara bahwa tentara tidak menembaki ambulans Palestina dan mobil pemadam kebakaran tanpa pandang bulu pada dini hari tanggal 23 Maret.

Sebaliknya, kata Haaretz, tentara terus menerus menembaki kendaraan tersebut selama tiga setengah menit dari jarak dekat meskipun para pekerja bantuan tersebut berusaha untuk mengidentifikasi diri mereka sendiri.

Sementara itu, keluarga Assad al-Nsasrah, salah satu dari dua korban selamat dari serangan tersebut, mengajukan petisi pada Rabu ke pengadilan tinggi Israel untuk meminta perincian penahanannya di Israel.

Pihak berwenang Israel mengonfirmasi pekan lalu bahwa Nsasrah ditahan. Tetapi berdasarkan undang-undang perang darurat, keberadaan tahanan dari Gaza dapat dirahasiakan dan mereka dapat dilarang menemui pengacara selama 45 hari. Nsasrah tidak diizinkan didampingi penasihat hukum hingga 7 Mei.

Sebelumnya, seorang dokter forensik yang memeriksa jenazah sekitar 15 paramedis dan pekerja penyelamat Palestina mengungkapkan, ada bukti sejumlah petugas kesehatan itu dibunuh dengan gaya eksekusi oleh tentara Israel. Hal itu berdasarkan titik tembakan yang 'spesifik dan disengaja' dari jarak dekat.

Ahmad Dhaher, konsultan forensik yang memeriksa lima korban tewas di rumah sakit Nasser di Khan Younis setelah mereka digali, mengatakan semuanya meninggal karena luka tembak.

Semua kasus telah ditembak dengan beberapa peluru, kecuali satu, yang tidak dapat dipastikan karena tubuhnya dimutilasi oleh hewan seperti anjing, sehingga hampir hanya tersisa kerangka,” kata Dhaher kepada Guardian.

“Analisis awal menunjukkan mereka dieksekusi, bukan dari jarak jauh, karena lokasi luka tembak itu spesifik dan disengaja,” katanya.

“Salah satu pengamatan adalah bahwa peluru diarahkan ke kepala satu orang, yang lain ke jantungnya, dan orang ketiga ditembak dengan enam atau tujuh peluru di badan.”

Bantahan Netanyahu

Dalam berita politik Israel pada Kamis, Mahkamah Agung memberi Benjamin Netanyahu perpanjangan waktu hingga Minggu untuk mengajukan bantahan resmi atas pernyataan tertulis dari kepala Shin Bet yang dipecat, Ronen Bar.

Perdana menteri Israel diperkirakan akan menuduh kepala dinas keamanan umum itu berbohong, dalam pernyataan tertulis yang seharusnya diserahkan pada akhir Kamis ini.

Mahkamah agung Israel menghentikan pemecatan Bar yang kontroversial setelah pemungutan suara kabinet bulan lalu. Pemecatan dilakukan di tengah protes yang meluas, dan petisi dari jaksa agung, Gali Baharav-Miara. Pertarungan antara kedua pria itu mendorong Israel ke ambang krisis konstitusional.

Shin Bet telah menyelidiki para pembantu dekat Netanyahu atas dugaan pelanggaran keamanan nasional, termasuk membocorkan dokumen rahasia ke media asing, dan diduga menerima uang dari Qatar, yang diketahui telah memberikan bantuan keuangan yang signifikan kepada Hamas.

Dalam surat pernyataannya, Bar menuduh Netanyahu berupaya memecatnya setelah ia menolak memenuhi permintaan termasuk memata-matai pengunjuk rasa antipemerintah dan membantu perdana menteri menunda kesaksiannya dalam persidangan pidana. Bar juga mengeklaim telah dijelaskan kepadanya bahwa ia diharapkan untuk 'setia secara pribadi' kepada perdana menteri.

Netanyahu mengatakan ia kehilangan kepercayaan pada kapasitas Bar untuk memimpin Shin Bet. Hubungan antara kedua pria itu, yang sudah tegang, semakin memburuk setelah dirilisnya investigasi Shin Bet yang mengarah pada masalah kebijakan menjelang serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Netanyahu tidak pernah menerima tanggung jawab apa pun atas bencana keamanan nasional terburuk Israel, yang menewaskan 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, menyebabkan 251 orang diculik dan disandera di Jalur Gaza, dan memicu perang yang menghancurkan di wilayah Palestina.

Kepala serikat Histadrut yang kuat di Israel, Arnon Bar-David, mengancam pada  Kamis untuk menyerukan pemogokan nasional jika pemerintah tidak mematuhi perintah pengadilan tinggi untuk mengembalikan Bar.

Dua pemogokan Histadrut sebelumnya telah menempatkan koalisi sayap kanan Netanyahu di bawah tekanan yang signifikan. Salah satunya pada bulan Maret 2023 dipicu oleh keputusan perdana menteri untuk memecat menteri pertahanan, Yoav Gallant, atas penentangannya terhadap usulan perombakan peradilan.

Aksi mogok pada bulan September 2024 dilakukan untuk mendukung kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata dalam perang di Gaza setelah Hamas membunuh enam tawanan.

Di Gaza pada hari Rabu, serangan udara Israel di seluruh jalur tersebut menewaskan sedikitnya 28 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut, yang datanya dinilai akurat oleh PBB. (*)

Berita Lainnya

Index