Bangun Kembali Kemampuan Tempur,

Media Amerika Serikat: Pasca Terbunuhnya Ismail Haniyeh, Hamas Justru Semakin Kuat


Selasa, 06 Agustus 2024
Media Amerika Serikat: Pasca Terbunuhnya Ismail Haniyeh, Hamas Justru Semakin Kuat

JAKARTA, KHAZANAHRIAU.COM- Sebuah analisis yang dilakukan oleh CNN, bekerja sama dengan Institut Studi Perang Amerika Serikat, menunjukkan bahwa hampir separuh dari Brigade Qassam, sayap militer Gerakan Perlawanan Islam (Hamas), telah membangun kembali sebagian kemampuan tempur mereka lebih dari sembilan bulan setelah serangan Israel ke Jalur Gaza.

Laporan tersebut mengutip para ahli militer Amerika Serikat yang mengatakan bahwa pendekatan Israel terhadap perang tersebut, yang ditandai dengan kampanye pengeboman yang keras dan tidak adanya rencana pascaperang, telah membantu memicu kebangkitan Hamas.

Dikutip dari republika, seorang pensiunan perwira senior Israel mengatakan bahwa gerakan ini memulai proses rekrutmen tiga atau empat bulan lalu, termasuk beberapa ribu orang, dan mencatat bahwa kesulitan terbesar yang dihadapi Hamas bukan pada tingkat pejuang, melainkan pada tingkat pemimpin, yang beberapa di antaranya tidak mudah untuk digantikan.

CNN juga mengatakan bahwa pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa kemenangan atas Hamas sudah dekat bertentangan dengan fakta di lapangan, berdasarkan analisis operasi militer yang sedang berlangsung, foto-foto, dan wawancara dengan para ahli dan saksi mata.

The New York Times mengutip para analis yang mengatakan bahwa pukulan baru-baru ini terhadap Hamas, termasuk pembunuhan kepala biro politik Ismail Haniyeh di Teheran, mungkin merupakan kemunduran jangka pendek bagi gerakan tersebut, namun tidak cukup untuk mencegahnya muncul kembali secara utuh, bahkan mungkin lebih militan dan lebih kuat secara politik.

Para analis dan pengamat regional yang berhubungan dengan para pemimpin Hamas percaya bahwa kemunduran yang terjadi pada gerakan ini memberikan kemenangan jangka pendek bagi Israel, tetapi bukan keberhasilan strategis jangka panjang.

Sementara itu, Qatar menyelenggarakan upacara pemakaman pada Jumat (2/8/2024) untuk pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Pemimpin Hamas, sebelumnya dibunuh dengan serangan udara yang dituduhkan kepada Israel, dengan demikian Israel telah memperdalam kekhawatiran akan eskalasi regional.