Deputi ADPIN BKKBN RI berfoto bersama usai acara peringatan Harganas ke 31, yang digelar di Balai Serindit Pekanbaru, Jumat (19/7) PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Dalam momen peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang ke 31, diharapkan bisa menjadi momentum menciptakan keluarga yang berkualitas guna
mewujudkan Indonesia emas di 2045 mendatang.
Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi (ADPIN) BKKBN RI, Sukaryo Teguh Santoso saat menghadiri peringatan Harnagas ke 31 di propinsi Riau, Jumat (19/7) yang diselenggarakan di Balai Serindit Pekanbaru.
Menurutnya peringatan Harganas merupakan hari yang penting. Tujuannya semata-mata mengingatkan bahwa keluarga punya peran penting dan strategis, dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas untuk masa akan datang.
Penting karena Keluarga dengan delapan fungsinya menjadi sekolah atau madrasah pertama dan utama bagi setiap anak. Tentu, peringatan Harganas, punya dua misi. Yaitu aspek demografis yaitu mewujudkan penduduk tumbuh seimbang. Kemudian mewujudkan keluarga berkualitas. Tantangan bonus demografi yang dihadapi Indonesia memiliki sisa waktu 13 tahun lagi, sehingga perlu penyiapan generasi sehat dan cerdas, serta tidak stunting demi mewujudkan Indonesia Emas.
Dari aspek demografis, Indonesia telah memasuki kondisi dimana angka kelahiran setiap wanita di Indonesia rata-rata 2,1 persen. Artinya, rata-rata wanita melahirkan 2 sampai tiga anak. Dibanding tahun 1970, wanita rata-rata melahirkan 6 anak. Hal ini merupakan bentuk kesadaran yang didukung oleh masyarakat, pemerintah dan stakeholder bagaimana keluarga direncanakan dengan baik.
"Program KB, semata-mata menciptakan keseimbangan sehingga anak yang lahir memang berkualitas. Penduduk memang terus bertambah. Namun yang harus dipastikan apakah penduduk itu berkualitas atau tidak," kata Sukaryo.
Peringatan Harganas ke 31 ini mengusung tema "Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas", dengan turut dihadiri oleh Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, Pj Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, Kepala Perwakilan BKKBN Riau Dra. Hj Mardalena Wati Yulia, Bupati dan Walikota se Propinsi Riau, dan jajaran forkompinda Riau.
Dalam acara tersebut Sukaryo juga turut mengukuhkan Pj Ketua TP PKK Riau sebagai Bunda Asuh Anak Stunting. Serta juga turut dilaunching aplikasi Population Clock, dimana aplikasi tersebut nanti bisa digunakan untuk memantau dan menampilkan data kependudukan secara real-time, sehingga memudahkan masyarakat dan pemerintah dalam mendapatkan informasi terkini tentang jumlah penduduk, tingkat kelahiran, kematian, serta migrasi di propinsi Riau.
Sementara itu Zulkifli menuturkan bahwa momentum peringatan Harganas ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak mengenai pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk pembangunan bangsa dan negara.
Katanya, jika suatu keluarga memiliki anak-anak yang sehat, cerdas dan kuat maka keluarga tersebut otomatis akan memiliki daya saing yang baik dan melahirkan generasi bangsa yang berkualitas.
"Kalau titik pertahanan yang paling bawah keluarga itu lemah, tidak mungkin itu bisa tercapai, oleh karena itu, di keluarga lah kita bisa mengharapkan anak-anak bisa tumbuh dengan baik, tumbuh dengan sehat, cerdas dan kuat,” pungkasnya.(arj)