Buaya Terkam Warga Inhil, BBKSDA Riau: Patuhi Papan Peringatan Kawasan Habitat Buaya


Senin, 08 Juli 2024
Buaya Terkam Warga Inhil, BBKSDA Riau: Patuhi Papan Peringatan Kawasan Habitat Buaya

PEKANBARU-KHAZANAHRIAU.COM-Konflik antara manusia dan Hewan Air Buas atau Buaya, kembali terjadi di Wilayah Perairan Sungai, Desa Penjuru Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. 

Terkait hal itu, Kepala BBKSDA Riau Genman Suhefti Hasibuan, Senin (8/7/24) mengatakan bahwa secara keseluruhan sungai sungai terutama sungai besar di Inhil merupakan habitat buaya. Sehingga BBKSDA Riau bekerja sama dengan Pemda Inhil sudah memberikan himbauan berupa papan peringatan di lokasi-lokasi yang menjadi habitat buaya agar warga berhati-hati beraktivitas dan bila dimungkinkan untuk menghindarinya. 

"Melalui staf BBKSDA Riau yang menjadi pemangku wilayah setempat, kita sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk bersama-sama melakukan cek dan penanganan dini lapangan," terangnya, seperti dikutip dari riauterkini.

Konflik satwa (buaya) manusia di Inhil bermula pada Ahad (7/7/24) dini hari sekitar pukul 02.30 wib seorang warga
warga Parit Kalimantan Desa Penjuru, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Zulkarnaen (35 tahun) di terkam buaya ketika sedang mandi di sebuah pelabuhan belakang rumahnya, tepatnya dibawah tangga tepi Sungai di Desa Penjuru Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir.

Awalnya, pria ini tidak menyadari saat kondisi air pasang tiba-tiba dihampiri seekor buaya berukuran kurang lebih lebar 2 keping papan dan panjang sekitar 3 meteran.

Saat itu, buaya tersebut berhasil menggigit tangan sebelah kiri Zulkarnain dan menyeret ke tengah sungai hingga jarak sekitar 15 meter dari pelabuhan atau dermaga.

Aksi dramatis momen Zulkarnain bertahan dari serangan buaya pun terjadi, dirinya pun bercengkrama dengan hewan predator tersebut berusaha menyelamatkan diri. Dalam kondisi terpojok dan tergigit, Zulkarnain memeluk dan memukul buaya serta mencucuk mata buaya menggunakan ujung jari.

Beruntung usahanya berhasil sehingga buaya tersebut melepaskan gigitannya dan zulkarnain bergegas berenang ke arah pelabuhan lalu duduk di pelantar pelabuhan.

Selanjutnya selepas kejadian tersebut datanglah istri Zulkarnain dan membawanya ke dalam rumah untuk mendapat perawatan.***