Harvesting Gernas BBI-BBWI Riau, OJK: Perkuat UMKM Untuk Pacu Perekonomian Nasional


Sabtu, 29 Juli 2023
Harvesting Gernas BBI-BBWI Riau,   OJK: Perkuat UMKM Untuk Pacu Perekonomian Nasional Dalam event Harvesting Gernas BBI-BBWI di Kota Pekanbaru ini juga turut digelar bazar UMKM dengan menghadirkan kurang lebih sebanyak 160 booth UMKM dan 271 pelaku UMKM yang menjual berbagai produk khas Provinsi Riau.

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mendorong pengembangan UMKM yang memiliki peranan penting dalam pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Demikian disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar saat acara Harvesting Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia, yang diselenggarakan di Pekanbaru, di Halaman Kantor Gubernur Riau, Sabtu (29/7/2023).

Acara yang dibuka dengan tari persembahan dilanjutkann dengan parade tari dan fashion show serta tari rentak bulian khas Riau ini digelar meriah, dan mendapat apresiasi dari Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi serta OJK RI sebagai panitia pelaksana.

Dikatakan Mahedra, sesuai dengan hastage yang diusung pemerintah Provinsi Riau dalam event Gernas BBI-BBWI yakni "Belanja dan Melancong Aja ke Riau" ini diharapkan tidak hanya mudah diucapkan, tetapi juga mudah untuk dilaksanakan. Ia bangga atas apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Provinsi Riau dalam mendukung program pemerintah yang dikemas dalam Gernas BBI-BBWI ini.

"Atraksi dalam event ini sangat bagus dan ini membuktikan Riau sangat siap untuk Go Global. Karena jika atraksi seperti menjadi standarnya, ini bukan lagi menjadi standar wilayah atau nasional, tapi standai Internasional. Dan kita berharap standar ini sulit disamakan oleh negera tetangga, OJK sebagai panitia penyelenggara sangat bangga atas atraksi yang ditampilkan, mulai dari tari, musik dan juga fashion shownya yang merupakan karya anak bangsa," ujarnya.

"Kita flasback kegiatan yang pernah digelar pada 3 tahun lalu, tepatnya pada bulan Mei 2020 sebagai awal saat terjadi covid -19. Adapun tujuan kegiatan Gernas ini adalah untuk mendukung dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang sangat terpuruk akibat pandemi covid-19, dan berdampak besar bagi para umkm karena kehilangan pendapatan," ujar Mahendra.

Gernas BBI-BBWI yang semula hanya sebagai even tambalan pada saat pandemi, namun sekarang justru menjadi penentu bagi bangsa Indonesia khususnya bagi pertumbuhan ekonomi. Jadi apa yang diharapkan semula hanya sebagai bamper, namun saat ini justru menjadi penentu ke depan bagi Indonesia untuk mampu dan terus tumbuh secara berkelanjutan.

"Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai sekarang masih tumbuh daripada negara-negara yang ada disekitar kita. Meski sebelumnya diprediksi tahun 2023 ini perekonomian dunia akan pulih kembali, sehingga apa yang terjadi sebelum pandemi bisa kembali normal. Namun, ternyata tidak demikian kondisi ekonomi dunia justru turun dan melemah," ungkapnya.

"Kita bersyukur karena pertumbuhan Indonesia dibandingkan dunia masih dapat dipertahankan. Meski tidak seberat pada saat pandemi, tapi masih jauh dari perkiraan semula," tambahnya.

Dijelaskannya, agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa berbasis domestik, kuncinya adalah daerah-daerah di zeluruh Indonesia harus bisa tumbuh lebih baik. Oleh sebab itu, dengan diselenggarakan Gernas ini akan menjadi penentu pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dan berkelanjutan kedepan.

Dimulai dari digelarnya Festival Subayang sebagai kick off yang digelar di Desa Gema Kabupaten Kampar, dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan, on boarding e-commerce, hingga proses kurasi terhadap 635 UMKM yang bekerjasama dengan asosiasi e-commerce serta pembimbingan program keuangan yang dilakukan 8 sesi.

Selain itu juga, diselenggarakannya kegiatan bussines matching yang diselenggarakan oleh 240 UMKM serta jelajah wisata Rokan Hulu dan Kuansing, yang bertujuan mempromosikan destinasi wisata disana.

"Harvesting ini adalah penutup dari rangkaian Gernas tersebut, dan sebagai apresiasi kita juga memberikan penghargaan dan hadiah kepada 5 UMKM terbaik yang dianggap berhasil melewati proses pendampingan selama 2 bulan sejak Juni hingga Juli ini. Dengan hadiah untuk juara 1 sebesar Rp15 juta, juara 2 Rp13 juta, juara ke 3 Rp12 juta dan juara ke 4 dan 5 masing-masing mendapatkan hadiah sebesar Rp10 juta. Penyerahan hadiah ini dikontribusikan secara bersama pihak pendukung lembaga industri keuangan, seperti Himbara, BRI, BNI, BSI, BRK Syariah, Pegadaian, Dana, Shoppee, dan pemrov," jelas Mahendra.  

Ditambahkannya pula selain hadiah tersebut, pihaknya juga telah mengkoneksikan antara umkm dengan lembaga pembiayaan pendukung dari perbankan maupun promosi secara online. Jadi apa yang dilakukan hari ini tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi bisa berlanjut. Karena Esensi Gernas ini adalah apa yang telah dipromosikan oleh UMKM dimasing-masing wilayah, dapat terus berkembang dan bersinergi lebih baik," tambahnya.

Dalam event Harvesting Gernas BBI-BBWI di Kota Pekanbaru ini juga turut digelar bazar UMKM dengan menghadirkan kurang lebih sebanyak 160 booth UMKM dan 271 pelaku UMKM yang menjual berbagai produk khas Provinsi Riau dengan kategori kriya, fashion, makanan kering dan makanan basah. UMKM tersebut merupakan UMKM binaan Kementerian/Lembaga, Pemda, Pemkot, dan para mitra pendukung lainnya. (ayu)