Safari Ramadhan MUI dan BAZNas,

Syeikh Asal Khan Younis Jalur Gaza Ini Sambangi Masjid Paripurna Ikhlas Payung Sekaki Pekanbaru


Selasa, 12 Maret 2024
Syeikh Asal Khan Younis Jalur Gaza Ini Sambangi Masjid Paripurna Ikhlas Payung Sekaki Pekanbaru Syekh Sadeq Yaseer Al Qalai (tengah) foto bersama jamaah Masjid Paripurna Ikhlas Sukajadi, Selasa (12/03/2024).

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM-Sebanyak 13 syekh yang berasal dari Timur Tengah, termasuk Sadeq Yaseer Al Qalai dari Gaza, berkunjung ke Indonesia dalam Program Safari Ramadhan Membasuh Luka Palestina yang ditaja Badan Amil dan Zakat Nasional (BAZNas) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Satu di antara syekh itu adalah Syekh Sadeq Yaseer Al Qalai yang bersafari dakwah di wilayah Riau. Masjid Paripurna Ikhlas Payung Sekaki, subuh pertama Ramadan ini, Selasa (12/03/2024) menjadi tempat perhentian pertama tim safari dakwah ini.

Sekretaris Jenderal MUI Riau Dr. Yusmar Yusuf, menyebut malam sebelumnya, program Safari Ramadhan MUI Riau dan BAZNas ini dilepas secara resmi di Masjid Raya An Nur Pekanbaru.

Selama sebulan ke depan, Syekh Sadeq Yaseer Al Qalai akan berkeliling dari satu masjid ke masjid lainnya di enam kabupaten dan kota Provinsi Riau. Keberadaan syekh dari Palestina ini dimaksudkan untuk memberikan informasi terkini tentang kondisi di Palestina.

Syekh Sadeq Yaseer Al Qalai sendiri merupakan warga asli Palestina, tepatkan dari Khan Younis yang kini telah rata dengan tanah akibat serangan zionis Israel. Saat ini ia baru saja tamat dari kuliahnya di Madinah, Saudi Arabia. Berhubung Gaza sedang dilanda perang dan genosida, ia tidak bisa kembali ke kampung halamannya.  Memanfaatkan Bulan Ramadhan yang penuh berkah, ia bersama 12 orang syekh lainnya dari Timur Tengah, datang ke Indonesia untuk bersafari dakwah.

Dalam tausiahnya, Syekh Sadeq Yaseer Al Qalai mengatakan di Bulan Ramadan ini, semua syariat Islam terkandung di dalamnya. Mulai dari syahadat (dalam shalat) shalat, puasa, zakat, bahkan haji (pahala umrah saat Ramadhan sama dengan pahala haji).

"Muslim Indonesia beruntung karena tadi masih bisa sahur. Berbeda denga warga Gaza yang saat ini masih berada dalam kondisi perang, hidup di pengungsian dan bahkan kelaparan," katanya melalui penerjemah.

Menurutnya, sebanyak 30 ribu warga Palestina telah syahid dalam lima bulan terakhir ini dan ratusan ribu lainnya dalam kondisi sangat membutuhkan bantuan. tidak sedikit bayi dan orang tua yang mati akibat kelaparan. Sementara warga lainnya berusaha bertahan hidup dengan memakan rumput, bahkan makanan keledai yang hanya membuat sakit kerongkongan dan perut mereka.

Dr. Yahanan dari Baznas Riau berharap donasi terbaik dari masyarakat untuk saudara kita di Palestina. Dijelaskannya, donasi yang terkumpul akan dikirimkan ke BAZNas Pusat yang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan juga rumah zakat milik Pemerintah Palestina.

Kabar baiknya, donasi dari BAZNas dapat dengan mudah masuk ke Gaza karena Pemerintah Israel sendiri mempercayai lembaga amal ini.

Panitia dari Masjid Ikhlas menjalankan kotak infak dan  terkumpul dana Rp29.285.000, dengan rincian seorang jamaah memberikan zakat maalnya sebesar Rp20 juta dan bantuan lainnya sebesar Rp9.285.000.

Panitia juga mengimbau masyarakat untuk meneruskan aksi boikot atas produk-produk yang berafiliiasi dengan penjajah Israel.  Apalagi MUI telah menyerukan bahwa wajib hukumnya bagi kaum muslimin Indonesia untuk mendukung gerakan perjuangan kemerdekaan Palestina. Free Palestine.***(ian)