Insan Cendekia Boarding School Payakumbuh Gelar Intensive English Camp Selama 10 Hari


Kamis, 08 Februari 2024
Insan Cendekia Boarding School  Payakumbuh Gelar Intensive English Camp Selama 10 Hari Para santri, ustadz ICBS Payakumbuh dan Ma'am Lexie Wahyuni foto bersama saat acara Intensive English Camp.

PAYAKUMBUH, KHAZANAHRIAU.COM-Pada tanggal  3 hingga 13 Februari 2024 ini (10 hari, red), ICBS Payakumbuh sukses menyelenggarakan Intensive English Camp  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam skills berbahasa Inggris baik itu speaking listening writing dan reading.

Pada kegiatan ini, santri mendapatkan materi pembelajaran tentang vocabulary building (kosa kata), conversation (percakapan), grammar (tata bahasa) , dan idiom serta proverb (bahasa sastra) dari pendiri Lexie Edu Consultancy yang merupakan trainer TOEFL/IELTS, English Public Speaking serta penerjemah dan interpreter bagi klien yang berasal dari lebih dari 30 negara. Mantan pengajar bagi sekolah dan komunitas dari SIngapura ini tak lain adalah Ma’am Lexie Wahyuni yang telah selama 27 tahun terakhir membina ribuan peserta didik baik di kancah nasional dan internasional.

Direktur Bahasa ICBS Payakumbuh, Ustadz Ihsan Khairan, B.Sh menyatakan perasaan puas dan bersyukur  atas semangat belajar dan hasil percepatan penambahan kemahiran para peserta. Ia juga berharap bahwa kemampuan bahasa Inggris yang diperoleh selama Intensive English Camp ini akan memberi dampak positif dalam pemahaman dan peningkatan keterampilan berbahasa Inggris siswa ICBS Payakumbuh.

Tak lupa, ia sampaikan  rasa terima kasih kepada Ma’am Lexie dan Miss Habibah, yang selalu semangat berdedikasi dengan profesional, mengajarkan setiap materi dengan metode dan strategi yang asik serta menarik. Tidak cukup dengan itu saja, proses pembelajaran juga didukung dengan penyediaan media pembelajaran cetak dan digital yang membangun vibe positif dalam setiap kelas.

“Antusiasme siswa dibuktikan dengan 459 siswa yang mendaftar dan akan dibagi menjadi beberapa batch (gelombang). Setiap gelombang akan diikuti oleh 30 siswa. Kegiatan ini akan secara intens dilaksanakan sampai akhir Desember tahun ini,” lanjut Ustadz Ikhsan.

Dengan berjalannya kegiatan ini, diharapkan boarding school (pondok pesantren) dapat tetap menjadi pusat pembelajaran bahasa (baik Bahasa Inggris maupun Bahasa Arab yang sudah menjadi jatidirinya) yang berkualitas dan memajukan pendidikan di lingkungan sekitarnya.

Sementara itu duo bestie santri ICBS yang mengikuti program  ini, Dini dan Kanza, mengatakan belajarnya seru dan first impression sangat wow.

 "Ma'am tidak hanya mengajar Bahasa Inggris tapi juga mental dan akhlak sehingga kami kenal diri kami dan semua kegiatannya asik," kata mereka. Hal ini disetujui semua teman sekelasnya di batch 1 ini.***(rls)