Diterjang Banjir, Jembatan dan Sejumlah Jalan di Kuansing Putus


Rabu, 03 Januari 2024
Diterjang Banjir, Jembatan dan Sejumlah Jalan di Kuansing Putus Jembatang gantung di Kuansing ini nyaris putus diterjang banjir. foto riauterkini.

TELUKKUANTAN, KHAZANAHRIAU.COM - Akses jalan warga RT 5 Desa Logas, Kecamatan Singingi, terputus akibat diterjang banjir bandang, hingga membuat aktivitas warga terhenti, Rabu (3/1/2024) subuh.

Pihak PUPR menyatakan akses yang terputus lebih kurang 50 meter. Dikutip dari riauterkini, sedikitnya ada 4 unit alat berat yang dikerahkan untuk melakukan normalisasi sungai dan memperbaiki jalan yang terputus.

Empat alat berat yang diturunkan merupakan swadaya pemdes setempat. Namun Pemkab Kuansingpun turut memberikan bantuan.

Melalui Instruksi Bupati, PUPR berkoordinasi dengan OPD lainnya seperti Dinas Kopdagrin, untuk operasional BBM alat berat sebanyak 700 liter solar.

"Untuk penanganan lanjutan kita akan turunkan konsultan, nanti akan diketahui apakah akan dibangun jembatan atau tindakan lain," kata Zulkarnaen Kadis PUPR.

Kepala Desa Logas, Herawan menjelaskan  jalan penghubung yang putus, terdapat di  RT 8 dengan RT 5 Logas  yang berpenduduk 85 KK, serta merupakan jalur utama ekonomi masyarakat.

Sementara Camat Singingi Saparman, akan terus melakukan peninjauan dan membantu masyarakat untuk memastikan akses tersebut, kembali bisa dimanfaatkan.

"Sesuai dengan instruksi Bupati, kita melakukan peninjauan dan membantu masyarakat Desa Logas. Bupati juga telah berinisiatif memberikan bantuan BBM untuk alat berat yang bekerja," jelasnya.

  Sedangkan pihak Kecamatan dan Polsek Singingi, kata Saparman, sudah memberikan bantuan sembako. "Kita akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat sesuai yang dicanangkan Pak Bupati," kata Saparman.

Selain akses warga Logas, jembatan gantung penghubung Desa Pebaun-Bukit Kauman, Kecamatan Kuantan Mudik, juga mengalami ambrol akibat diterjang air deras. Untuk penanganannya pihak PUPR menunggu Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional II menentukan nasib jembatan tersebut.

"Pihak Balai sudah kami hubungi. Apakah nanti jembatan itu akan diputus atau bagaimana, tergantung intruksi mereka," kata Toni.

Tidak hanya merusak fasilitas umum bahkan ribuan rumah warga juga terendam banjir yang melanda Kuansing, karena meluapnya anak sungai di beberapa Kecamatan, serta Sungai Induk, Kuantan, juga mengalami debit yang cukup tinggi.

Kondisi yang sama juga terjadi di Kecamatan Hulu Kuantan menuju Kecamatan Kuantan Mudik, tepatnya di Desa Aur Duri, akses utama warga juga terputus, hingga membuat pengendara yang ingin melewati daerah tersebut tidak bisa melanjutkan perjalanan.

Sementara Bupati terus memantau perkembangan situasi banjir di Kuansing, ia meminta OPD terkait, baik di bidang penanggulangan maupun yang menangani fasiltas umum masyarakat agar lebih proaktif untuk memastikan persoalan masyarakat tertangani dengan baik.

Dirinya juga mengimbau agar warga tetap siaga, karena tingginya curah hujan sehingga sewaktu-waktu dapat membuat debit air terus meningkat. "OPD kita minta untuk proaktif memastikan kondisi masyarakat. Kemudian warga diminta untuk tetap siaga," imbu Bupati karena khawatir akan kondisi masyarakat Kuansing.***