Pentingnya Pendidikan Norma dalam Pancasila demi Berharkat


Jumat, 22 Desember 2023
Pentingnya Pendidikan Norma dalam Pancasila demi Berharkat foto: istimewa

Pendidikan Pancasila secara metodologis merupakan pengembangan tradisi studi sosial yang memiliki paradigma yang sistemik. Secara umum tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah terbentuknya warga negara yang baik (good citizen) yang tentu saja berbeda menurut konteks negara yang bersangkutan (Winarno, 2011). 

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah pendidikan yang mengusung konsep transfer nilai-nilai Pancasila ke dalam struktur keilmuannya yang hendak diberikan kepada peserta didik, Pancasila berintikan pendidikan moral atau pendidikan karakter. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan bermanfaat untuk membangun insan yang menekankan pada manusia yang berharkat, bermartabat, bermoral, dan memiliki jati diri serta karakter tangguh baik dalam sikap mental, daya pikir maupun daya ciptanya. Namun demikian dalam proses pembelajarannya perlu memperhatikan pengembangan proses pembiasaan, kematangan moral, dan penguasaan pengetahuan kewarganegaraan untuk memperkuat pembangunan watak, seperti penghargaan,  dan tanggung jawab. sebagai warga negara demokratis dan taat hukum. Hal ini berarti pembentukan moralitas merupakan fokus yang perlu diwujudkan dalam pembelajaran di sekolah.

Namun kenyataannya saat ini masih banyak peserta didik yang rusak moralnya karena banyak hal yang mempengaruhi mereka, seperti  majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Canggihnya media elektronik menjadikan peserta didik semakin leluasa mengakses info dan hal-hal yang seharusnya tidak boleh diakses dikarenakan bukan ranah yang sesuai bagi mereka. 

Maka dari itu penting kiranya penanaman nilai-nilai Pancasila untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa yang bermoral dan bermartabat. Namun untuk menghadapi hal tersebut, para peserta didik juga memiliki tantangan.  Ada beberapa  tantangan bagi pelajar atau mahasiswa untuk menerapkan Pancasila di era digital, seperti arus globalisasi, kurangnya pengawasan dalam penggunaan teknologi, kurang memelajari dan memahami nilai-nilai Pancasila, adanya ideologi asing yang masuk ke Indonesia, dan banyaknya kabar tidak benar (hoaks). 

Maka dari itu, nilai-nilai Pancasila  harus ditanamkan sejak dini. Mereka harus memahami, memaknai, juga mengamalkan seluruh nilai-nilai Pancasila. Dengan penerapan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter maka sikap dan perilaku yang menyimpang akan menjadi lebih baik.

Akhir kata dari saya, semoga penerapan nilai-nilai moral Pancasila ini dapat direalisasikan dan dilakukan secara sangat khusus serta tepat sasaran sehingga dapat memajukan dan mencerdaskan anak bangsa. Semoga bermanfaat. Suprapti, S.Pd.SD (penulis adalah guru SD Negeri 09 Rawang Kao Barat, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau.)