Sensus Pertanian ke 7

BPS Riau Rilis Hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap 1


Senin, 04 Desember 2023
BPS Riau Rilis Hasil Sensus Pertanian 2023 Tahap 1 Kepala BPS Riau, Asep Riyadi saat memaparkan Hasil Rilis Sensus Pertanian 2023, Senin (4/12) di Hotel Pangeran Pekanbaru.

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Riau secara resmi merilis hasil Sensus Pertanian Pertanian (ST) 2023 Tahap 1. Hasil survei yang dilakukan tersebut nantinya akan dijadikan sebagai bank data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk membangun statistik dasar pertanian dan peningkatan kualitas pertanian di Indonesia. Serta sebagai data untuk membangun statistik sektoral pembangunan diberbagai instansi.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Propinsi Riau, Asep Riyadi saat memaparkan Hasil ST 2023 Tahap 1, Senin (4/12) di Hotel Pangeran Pekanbaru. Hadir dalam acara tersebut Gubernur Riau, yang diwakili oleh Asisten II Pemprov Riau, bidang Ekonomi dan pembangunan M Job Kurniawan, forkompinda Riau, akademi dan awak media.

Dikatakan Asep, bahwa pelaksanaan ST 2023 ini adalah sensus yang ke 7 di Indonesia yang pelaksanaannya dilaksanakan 10 tahun sekali, dengan melakukan survei sensus yakni terkait sensus penduduk, pertanian dan ekonomi. Adapun jadwal pelaksanaan ST 2023 ini dilaksanakan dengan 2 tahap yakni di tahun 2020-2022 merupakan tahapan persiapan dan kemudian untuk tahap pelaksanaan survei dilaksanakan di tahun 2023, pada 1 Juni hingga 31 Juli 2023, dengan melibatkan sebanyak 196.172 orang petugas yang tersebar diseluruh Indonesia.

ST 2023 ini, kata Asep, memiliki 3 tujuan yakni pertama memberikan gambaran yang komprehensif terkait kondisi pertanian di Indonesia hingga wilayah administrasi terkecil sekalipun. Kemudian, kedua yakni menyediakan kerangka sampel pertanian yang mutakhir, sebagai dasar survei pertanian dengan mengumpulkan data statistik pertanian yang lebih rinci. Serta yang ketiga, yakni sebagai bencmark dan rekonsiliasi statistik pertanian yang ada dengan cakupan wilayah diseluruh Indonesia baik perkotaan maupun pedesaan.

Adapun data ST 2023 yang dikumpulkan tersebut terkait informasi dan data jumlah pelaku usaha pertanian berdasarkan jenis usaha, komunitas dan lain-lain. Kemudian, strutktur demografi petani, baik jenis kelamin, usia, pendidikan dan lainnya. Kemudian geospasial statistik pertanian untuk menggambarkan potensi pertanian menurut wilayah. Juga luas lahan pertanian sampai level desa menurut penggunaan dan lain-lain. Serta menjadi volume nilai produksi komitmen dan potensi pertanian dan banyak informasi lainnya yang dihasilkan dari sensus 2023 dari hasil kewilayah.

"Nantinya, dari hasil ST 2023 ini bisa dibagi pakaikan untuk kebutuhan berbagai instansi terkait, baik kementerian Bapenas, Badan pangan nasional, Kementerian koperasi dan UMKM serta bisa juga dimanfaatkan sebagai data untuk membangunan statistik sektoral pembangunan dan peningkatan kualitas pertanian,"jelasnya.

Sementara itu, lanjut Asep, ST 2023 merupakan kegiatan besar berskala nasional yang diamanatkan pelaksanaannya oleh UU no.16 Tahun 1997 tentang statistik. Untuk hasil ST 2023 di propinsi Riau terjadi peningkatan jumlah unit usaha pertanian di Riau naik sebesar 6,47 persen menjadi 729.241 unit dari sebelumnya 685.935 unit ditahun 2013.

Selain itu, juga terjadi kenaikan untuk jumlah Usaha Pertanian Perorangan (UTP) sebesar 6,44 persen menjadi 728.647 dari sebelumnya 684.573 unit. Begitupula halnya, kenaikan terjadi pada jumlah Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB) sebesar 24,81 persen menjadi 322 unit dari sebelumnya 258 unit, serta kenaikan pada jumlah Usaha Pertanian Lainnya (UTL) sebesar 161,54 persen menjadi 272 unit dari sebelumnya hanya 104 unit.

Kenaikan ini juga dibarengi dengan kenaikan pada proporsi pengelola UTP, untuk umur 35-44 tahun dengan sebaran petani menurut generasi yakni baby boomer sebesar 20,52 persen, Milenial 31,81 persen dan Generasi X sebesar 44,33 persen. "UTP mendominasi pada usaha pertanian disemua subsektor, dimana UTP terbanyak terdapat di subsektor perkebunan yakni mencapai 617.502 unit usaha. Juga UPB terbanyak terdapat disubsektor perkebunan, yakni 249 unit usaha dan UTL terbanyak di subsektor pertanian dengan jumlah 133 unit usaha,"katanya.

Sejalan dengan UTP yang mengalami kenaikan, tambahnya, Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) 2023 mengalami peningkatan 21,41% dibanding RTUP 2013. Namun, jumlah rata-rata UTP di setiap RTUP mengalami penurunan dari 1,18 menjadi 1,03. Meski jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) secara agregat mengalami peningkatan, hampir pada semua subsektor mengalami penurunan kecuali subsektor perkebunan selama 2013-2023.

Subsektor Perkebunan mengalami peningkatan sebesar 88,05 ribu unit (17,02%) dibanding 2013 Penurunan terbesar jumlah RTUP secara absolut terjadi pada Subsektor Tanaman Pangan dan Jasa Pertanian dengan penurunan masing-masing sebesar 43,39 ribu unit (39,67%) dan 33,25 juta unit (85,00%) dalam sepuluh tahun terakhir.

"UTP paling banyak terdapat di Kabupaten Indragiri Hilir dengan jumlah 109.177 utp atau 14,98 persen dari UTP di Provinsi Riau. Selanjutnya, kabupaten/kota dengan jumlah UTP terbanyak kedua dan ketiga yaitu Kabupaten Kampar dan Kabupaten Rokan Hulu yang masing-masing sebanyak 99.053 unit (13,59 persen) dan 81.743 unit (11,22 persen). Rasio UTP terhadap RTUP 2023 sebesar 1,03 yang berarti bahwa pada 100 RTUP akan terdapat 103 UTP,"pungkasnya. (ayu)