Seorang pemuda mengumandangkan azan di atas reruntuhan masjid di Gaza. Foto diambil dari tangkapan layar aljazeera english channel KHAN YOUNIS, KHAZANAHRIAU.COM -- Bangunan masjid di Gaza runtuh akibat serangan bom militer Israel. Bangunan hanya menyisakan lempengan-lempengan beton yang retak, tercabik-cabik digempur serangan Israel. Ketegangan ini tidak sama sekali menyurutkan ketakwaan mereka kepada Allah SWT.
Seorang muadzin di Gaza mengumandangkan adzan di atas reruntuhan masjid. Adzan di atas lempengan beton yang retak nan curam. Menutup kedua telinga, muadzin berdiri membelakangi reruntuhan atap beton masjid yang miring.
Di belakangnya, menara masih tegak menghunus ke langit. Terlihat ada bongkahan yang hilang dari langkan di bagian atas menara, yang bertumpu pada reruntuhan Masjid Al-Touba di Khan Younis di Jalur Gaza selatan.
Dikutip dari republika, sang muadzin menggunakan setelan kaos lengan panjang. Topi baseball terpasang menutup kepalanya. Di sekelilingnya, tampak batang-batang besi bengkok menyembul keluar.
Masjid itu, Al-Touba yang terletak di Khan Younis di Gaza selatan, hanyalah salah satu dari banyak masjid di Gaza yang terkena serangan Israel dalam pertempuran melawan Hamas. Israel menuding Hamas menggunakan masjid untuk menyembunyikan terowongan, lokasi peluncuran rudal dan roket, serta infrastruktur lainnya.
Hamas menyangkal dan balik menuding Israel menargetkan tempat-tempat ibadah termasuk masjid dan gereja serta membuat tuduhan palsu yang bertujuan membenarkan kematian warga sipil.
Gambaran suasana ini terekam dalam sebuah rekaman video drone dari tiga masjid di Khan Younis, yang dibuat oleh Reuters pada Rabu, 29 November 2023. Video ini direkam pada hari keenam gencatan senjata yang telah diperpanjang satu hari lagi, dan menunjukkan tingkat kerusakan bangunan keagamaan.
Di Al-Touba, kubah yang dulunya menjulang di atas masjid bertingkat telah hilang sama sekali. Satu-satunya bagian yang masih dapat dikenali adalah alasnya yang berbentuk lingkaran, miring ke samping di atas atap yang runtuh tempat muazin berdiri.
Di Masjid Al-Ansari di bagian lain kota, tumpukan sajadah berdebu terlihat berantakan di dalam ruangan yang telah dihancurkan. Ubin dengan tulisan Arab dan pagar besi terlihat di celah antara langit-langit yang runtuh dan dinding yang miring. Kedua masjid tersebut berlokasi di kawasan padat bangunan, dan berdekatan dengan bangunan yang tampak seperti blok apartemen.
Di masjid ketiga, Al-Ameen Mohammed, sebagian kubah masih ada, namun ada luka besar di bagian atasnya. Strukturnya juga miring dengan sudut curam karena salah satu sisi bangunan di bawahnya runtuh. Di sebelah masjid terdapat hamparan pasir terbuka tempat didirikannya tenda-tenda untuk para pengungsi. Di luarnya terdapat blok apartemen dan Laut Mediterania.
Israel melancarkan serangan militer di Jalur Gaza yang padat penduduknya hingga lebih dari 15 ribu orang gugur. Sebanyak 40 persen di antaranya adalah anak-anak, menurut pejabat kesehatan Palestina. Sebanyak 6.500 lainnya hilang, banyak yang dikhawatirkan masih terkubur di bawah reruntuhan.
Dua pertiga warga Gaza telah mengungsi, sebagian besar berlindung di Khan Younis dan wilayah selatan lainnya setelah Israel memerintahkan evakuasi total di bagian utara jalur pantai kecil tersebut. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan kondisi di Gaza sebagai bencana kemanusiaan luar biasa.***