PK IMM Djasman Al Kindi Gelar Diskusi Kemanusiaan,

Irwan Said: Setiap Jengkal Tanah Palestina Adalah Darah Para Syuhada


Rabu, 22 November 2023
Irwan Said: Setiap Jengkal Tanah Palestina Adalah Darah Para Syuhada

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM- Pimpinan komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Djazman Al Kindi Kota Pekanbaru adakan diskusi kemanusiaan pada Rabu (22/11/2023). Diskusi kemanusiaan mengangkat tema ?Palestina, Konflik, Sejarah dan Masa Depan? di Masjid Baitul Hikmah, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri).

Diskusi ini dibuka oleh Dr. Santoso, SS., M.Si selaku Dekan Fakultas Studi Islam Umri.

?Kita mengenal Muhammadiyah itu memiliki Gerakan Pencerahan dan Pembebasan. Yaitu gerakan pencerahan dari TBC, atau Tahayul, Bid'ah dan Kufarat (Churofat). Kita sebagai seorang Muhammadiyah, memiliki upaya dalam mencerdaskan umat manusia, dan ini adalah salah satu upaya kita,? ungkap Santoso.

Diskusi kemanusiaan ini juga mengundang dua pembicara, yaitu H. Irwan Said LC, Ketua Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) Riau dan Fahmi Salsabila, M.Si, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Umri.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi, edukasi dan wawasan kepada mahasiswa Umri mengenai konflik di Palestina. Pembahasan mengenai konflik ini tidak akan lengkap tanpa pembahasan mengenai sejarah. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa Palestina merupakan salah satu negara pertama yang memberikan dukungan atas kemerdekaan Negara Indonesia.

?Kalau kita melihat sejarah hubungan Indonesia dan Palestina, tidak bisa dilepaskan dengan hubungan akidah. Karena di Palestina ada Baitul Maqdis atau Al-Aqsa yang merupakah salah satu tempat suci bagi kita, dimana itu adalah tempat terjadinya peristiwa Isra? Mi?raj. Itu artinya, kita sebagai umat Islam wajib menjaga Masjidil Aqsa sebagaimana kita menjaga Ka?bah,? ucap Irwan dalam penyampaian materinya. ?Ingat apa yang dikatakan Sultan Hamid, pemimpin Kalifah Utsmani, saat datang seorang Yahudi yang ingin meminta tanah Palestina. Beliau mengatakan bahwasannya, setiap jengkal tanah Palestina adalah darah para syuhada,? tambahnya.

Fahmi selaku pemateri juga menyampaikan data kekejaman yang dilakukan oleh tentara zionis Israel di Gaza. Data perbandingan anak kecil yang tewas saat pembantaian Nazi ada sekitar 127 bayi/anak kecil per hari. Sementara, anak kecil/bayi yang tewas oleh tentara Israel ada sebanyak 178 bayi/anak kecil per harinya di Gaza. Ini artinya, kekejaman tentara Israel, melebihi Nazi.

Data Perang Israel dan Palestina sampai di tanggal 19 November 2023, telah terbunuh 16.413 anak-anak,3.600 wanita, 15.000 warga sipil, 1.675.000 warga yang terusir dari tempatnya, 131 bangunan bangunan tempat perlindungan press (jurnalis) yang dihancurkan, 75 mesjid yang dihancurkan, 3 gereja yang dihancurkan, 55.900 rumah yang dihancurkan, 269 sekolah yang dihancurkan, 206 pekerja kesehatan yang wafat, 222 yang terluka, 54 jurnalis yang terbunuh, dan seterusnya.

?Saya menghimbau kepada rekan-rekan semua, mari kita ramaikan media sosial kita untuk menyebarkan informasi dan mendukung saudara kita di Palestina,? ucap Fahmi.

Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 11.00 WIB. Diskusi berlangsung lancar dan ada sesi tanya jawab antar pemateri dan peserta. Diperkirakan ada sekitar 190 mahasiswa yang hadir dalam kegiatan diskusi tersebut. ***(lyr)