Jusuf Kalla Lantik Pengurus BKSPTIS Masa Amanah 2023-2027, Ini Susunan Pengurusnya


Sabtu, 18 November 2023
Jusuf Kalla Lantik Pengurus BKSPTIS Masa Amanah 2023-2027, Ini Susunan Pengurusnya

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Ketua Dewan Penasehat Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Swasta se-Indonesia (BKSPTIS) sekaligus Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 RI Dr (HC) Muhammad Jusuf Kalla secara resmi melantik kepengurusan BKSPTIS masa Amanah 2023-2027 yang diketuai oleh Prof Fathul Wahid ST MSc PhD, Jumat (17/11), di Ruang Auditorium lantai IV Gedung Rektorat UIR.

Pelantikan itu disaksikan seluruh peserta Rapar Kerja Nasional BKSPTIS yang terdiri dari Universitas islam diseluruh Indonesia, yang digelar di Pekanbaru, di Gedung Rektorat Universitas Islam Riau 17-18 November.

Usai melantik, dalam kesempatan itu Jusuf Kalla mengajak seluruh Universitas yang tergabung dalam BKSPTIS agar mendorong generasi muda untuk terjun dalam dunia bisnis. Untuk terjun dalam dunia usaha tak harus memiliki latar belakang sarjana ekonomi maupun bisnis.

" Kita butuh para Rektor, Profesor untuk memberikan dorongan. Fakultas apapun dapat menjadi pengusaha,? ujar Jusuf Kalla.

JK menjelaskan bahwa, perguruan tinggi harus menghidupkan semangat dan minat berusaha para generasi muda. Ini dapat dilakukan melalui pelatihan maupun program magang.

?Agar usaha maju, tentu kita harus memiliki kemampuan yang didapat melalui semangat dan pendidikan,? terangnya.

Di era persaingan bisnis yang semakin ketat, agar bisnis yang kita miliki dapat lebih unggul, maka perlu adanya efisiensi. Baik efisiensi waktu maupun efisiensi harga dalam memproduksi barang maupun jasa.

?Apa yang baik dan murah kita (Konsumen) beli. Itulah hukum tingkat persaingan suatu bisnis dan itu tidak dapat kita hindari. Artinya kita harus belajar efisiensi dan kecepatan,? jelas Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla menuturkan, jika sejak dini generasi bangsa tidak diiersiapkan untuk besaing dalam dunia usaha, maka ekonomi Indonesia cepat atau lambat akan dikuasai oleh negara lain.

?Apa bila kita tidak bersaing, tidak maju, maka kita akan terkuasai. Kita harus melawannya dengan upaya, teknologi dan kemampuan bisnis kita,? ujarnya.

Usai dilantik, Prof Fathul Wahid menyampaikan sesuai dengan tema Rakernas yang diambil yakni Membangun Perguruan Tinggi Islam yang Mandiri dan Mendunia, pilihan tema ini bukan tanpa alasan, Perguruan Tinggi Islam harus mandiri, mandiri dapat dilihat dalam berbagai perspeksi, termasuk didalamnya mandiri dalam menjalankan roda organisasinya, kapabel dalam mengembangkan lembaganya, tidak memerlukan uluran tangan pihak lain yang mengikat.

"Meski demikian, kitapun tetap berharap pemerintah dapat menghadirkan ekosistem Perguruan Tinggi yang sehat dan berkualitas untuk tumbuh dan berkembang bagi semuanya, termasuk Perguruan Tinggi Islam Swasta," ujar Prof Fathul Wahid.

Dia juga menyebut mandiri dapat juga diartikan dalam menjaga kebebasan akademik, kampus harus mengupayakan untuk tetap menjadi vilar yang talis dari kepentingan sains, serta membongkar keobohongan, akal sehat dan perangai ilmiah warga kampus pun harus tetap dijaga, supaya antena akademiknya selalu sensitif untuk menangkap sumber beragam masalah bangsa.

"Selain itu, semangat mendunia, harus menjadi bagian cita-cita setiap Perguruan Tinggi Islam Swasta, ini bukan soal harus mempunyai program mahasiswa atau kerjasama internasional saja, ini adalah soal peningkatan kualitas pada standar terbaik yakni standar yang diakui oleh dunia, standar ini dapat bertermin pada desain program dan eksekusif. Masa depan Perguruan Tinggi Islam harus didesain dengan baik, jika tidak kita akan menjadi penonton nantinya," imbuh Fathul Wahid.

Plt Gubernur Riau Edy Natar Nasution diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan M Job Kurniawan berharap keberadaan BKSPTIS akan mampu menjadi wadah dalam merancang rencana strategis dalam menghadapi tantantangan dalam dunia pendidikan Indonesia.

"Dilantiknya BKSPTIS, kami berharap dapat membawa pengaruh positif bagi kemajuan Perguruan Tinggi yang mandiri dan mendunia," ungkap Asisten II.

Asisten II juga memandang, BKSPTIS dapat dimanfaatkan sebagai sarana antar Perguruan Tinggi untuk saling menjalin komunikasi dan kolaborasi untuk melahirkan inovasi - inovasi baru dalam dunia pendidikan.

"Ini harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk saling berbagi dan menginspirasi antar Perguruan Tinggi," katanya.

Sementara, Rektor Universitas Islam Riau (UIR) Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL, dalam sambutan ucapan selamat datangnya kepada para pesrta Rakernas BKSPTIS menyampaikan ucapan terimaksihnya atas keparcayaan yang diberikan kepada UIR menjadi tuan rumah.

"Terimkasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami sebagai tuan rumah, selamat datang dikampus madani, kampus tertua di Provinsi Riau," ujar Syafrinaldi.

Dia berharap dari Rakernas yang diawali dengan pelantikan pengurus BKSPTIS ini akan melahirkan sesuatu yang bermanfaat bagi PTIS dalam mencari rumusan atau penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi PTIS. "Semoga kegiatan selama 2 hari akan melahirkan suatu rumasan yang akan bermanfaat dan menguntungkan bagi PTIS se Indonesia,"pungkasnya. (AYU)

Adapun pengurus yang baru saja dilantik yaitu :

1. Fathul Wahid, Ketua Umum
2. Syafrinaldi, Sekretaris Umum
3. Maskuri Bakri, Ketua II
4. Nurul Huda, Ketua III
5. Susi Endrini, Ketua IV
6. Yanhar Jamaludin, Sekretaris I
7. Muhammad Qorib, Sekretaris II
8. Rudihartono Ismail, Sekretaris III
9. Nurjannah Abna, Sekretaris IV
10. Evi Satispi, Sekretaris V
11. Iswan, Bendahara
12. Syafhendry, Anggota Bidang Akademik
13. Zirmansyah, Anggota Bidang Akademik
14. Muh. Ansyar, Anggota Bidang Akademik
15. Asep Saepul Hamdi, Anggota Bidang Akademik
16. Harits Nu?man, Anggota Bidang Akademik
17. Jaebul Suroso, Anggota Bidang Organisasi dan Kelembagaan
18. Endang Sulastri, Anggota Bidang Organisasi dan Kelembagaan
19. Usep Nukliri, Anggota Bidang Organisasi dan Kelembagaan
20. Kholifatul Husna Asri, Anggota Bidang Organisasi dan Kelembagaan
21. Rusnoto, Anggota Bidang Organisasi dan Kelembagaan
22. Suparman Kholil, Anggota Bidang Organisasi dan Kelembagaan
23. Nur Sobarie, Anggota Bidang Organisasi dan Kelembagaan
24. Herwina Bahar, Anggota Bidang Organisasi dan Kelembagaan
25. Rohidin, Anggota Bidang Kemahasiswaan
26. Heri Hadi Saputra, Anggota Bidang Kemahasiswaan
27. Atiqi Chollieni, Anggota Bidang Kerjasama
28. Ahmad, Anggota Bidang Kerjasama
29. Efrita Norman, Anggota Bidang Kerjasama
30. M. Faiz, Anggota Bidang Kerjasama
31. Mundakir, Anggota Bidang Kerjasama
32. Rendi Prayuda, Anggota Bidang Kerjasama
33. Evi Siti Sofiah, Anggota Bidang Kerjasama
34. Kaimudin, Anggota Bidang Kerjasama
35. M. Ishaq Samad, Anggota Bidang Nilai - Nilai Kislaman
36. Nur Kholis, Anggota Bidang Nilai - Nilai Kislaman
37. Nanang Naisabur, Anggota Bidang Nilai - Nilai Kislaman
38. Dwi Budiman, Anggota Bidang Pendanaan
39. Faiz Mufidi, Anggota Bidang Pendanaan
40. Muslim Halimin, Anggota Bidang Pendanaan