4 Kabupaten Belum UHC

Kepesertaan BPJS Kesehatan di Riau Capai 6.424.434 Peserta


Jumat, 03 November 2023
Kepesertaan BPJS Kesehatan di Riau Capai 6.424.434 Peserta Kepala Deputi Wilayah II BPJS Kesehatan saat menggelar Gathering media bersama media di Pekanbaru

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Tercatat hingga Oktober 2023, jumlah kepesertaan Jaminan Kesehatan  Nasional BPJS Kesehatan di Propinsi Riau mencapai 6.434.434 peserta atau 95,27 persen dari jumlah penduduk.  Meningkatnya jumlah kepesertaan ini membawa propinsi Riau terus berada diperingkat ke 2 setelah Kepulauan Riau,  untuk kedeputian Wilayah II, meliputi Kepri, Riau, Jambi dan Sumbar dengan meraih capaian Universal Health  Coverage (UHC).

Demikian disampaikan oleh Kepala Deputi EIlayah II BPJS Kesehatan Propinsi Riau, Eddy Sulistijanto Hadie saat  menggelar Gathering bersama media, di Kantor BPJS Kesehatan, Rabu (1/11).

Dikatakannya, dari 12 kabupaten di Riau masih ada 4 kabupaten yang belum meraih predikat UHC yakni Pekanbaru,  Rokan Hulu, Dumai dan Rokan Hilir. Namun, untuk Pekanbaru dan Dumai sudah masuk kategori mendekati UHC  hanya tinggal beberapa persen lagi saja.

"Dari dua kabupaten tersebut belum mencapai Universal Health Coverage (UHC) karena terkendala faktor data.  Karena harus melalui verifikasi dan faktualisasi data, karena data APBN kan ada yang dikurangi, sehingga harus diisi  kembali dengan membersihkan data yang lama. Kita juga meminta pemda setempat agar bisa lebih cepat memproses  data untuk UHC di Rohil dan Rohul tersebut," ujar Eddy.

Dijelaskannya, jika dilihat dari jumlah kepesertaan secara nasional tercatat yang sudah menjadi peserta yakni  264.423.853 atau 95,20 persen dari jumlah penduduk. Dengan jumlah yang mendaftar pada semester II tahun 2022  adalah 277.749.850. Sementara untuk jumlah peserta se kepwil II pada semester II tahun 2022 adalah berjumlah  18.237.622 jiwa.

"Jadi ada tren kenaikan jumlah kepersertaan dari 208-sep 2023. Kita berharapakhir tahun ini Provinsi di Riau sudah  mencapai 100 persen UHC. Namun jika Kabupaten Rohil dan Rohul belum juga meraih UHC, maka kemungkinan  besar Riau baru bisa UHC 100 persen di 2024 mendatang,"paparnya.

Ditambahkannya, bahwa saat ini BPJS Kesehatan terus melakukan upaya peningkatan untuk mencapai UHC. Dengan menghadirkan berbagai program seperti Pesiar, dimana program ini berupa suatu kegiatan sosial marketing yang terencana dalam rangka merekrut peserta dan meningkatkan keaktifan peserta JKN. Ini dilakukan oleh pihak ketiga sebagai petugas atas rekomendasi dari perangkat daerah. Adapun arti dari Pesiar yakni, Petakan, Sisir, Advokasi dan Registrasi.

Selain itu, program lainnya yakni seperti Jelita atau jenis layanan rekrutmen dan re aktivasi peserta, Selaras atau sentra layanan administrasi kepesertaan, Pandawa sebagai hotline penerima berbagai macam keluhan dari masyarakat maupun peserta.

Serta, Senada atau sentralisasi penanganan pengaduan dan juga Liaison Officer sebagai layanan hotline terkait mendapatkan informasi dan memastikan tiket dan banyak lagi program pelayanan yang bisa dimaanfaatkan oleh masyarakat, melalui layanan digital,"paparnya. 

"Kita berharap jelang akhir tahun 2023 ini seluruh kabupaten sudah bisa mencapai predikat UHC,"pungkasnya. (ayu)