Sidang Senat Wisuda UMRI ke XXX

Saidul : Alumni UMRI harus Miliki Karakter dan Berdampak bagi Masyarakat


Sabtu, 09 Mei 2026
Saidul : Alumni UMRI harus Miliki Karakter dan Berdampak bagi Masyarakat Rektor berfoto bersama dengan wisudawan wisudawati terbaik UMRI

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Sebanyak 418 orang lulusan Universitas Muhammadiyah Riau secara resmi dikukuhkan dalam sedang senat wisuda UMRI ke XXX, Sabtu (9/5) di Halaman Kampus UMRI Pekanbaru. Dalam momen wisuda kali ini menjadi sejarah baru, dimana 11 orang wisudawan wisudawati diantaranya adalah lulusan perdana dari pascasarjana yang diwisuda.

Dalam sambutannya, Rektor UMRI H. Saidul Amin mengatakan sebagai seorang alumni harus memiliki berkarakter, ini tentunya menjadi point penting yang membedakan seseorang dengan yang lainnya. Seorang alumni tentunya memiliki peran nyata ditengah masyarakat, memberi makna dan arti. Oleh sebab itu, setelah kembali ke tengah masyarakat jadilah orang yang memberi manfaat untuk semua.

Hal ini seiring dengan tema yang diusung dalam wisuda kali ini yakni “Alumni Berkarakter dan Berdampak, UMRI Unggul Mencerahkan Semesta”. Ia menegaskan bahwa karakter merupakan fondasi utama yang menentukan kualitas seseorang.

“Setelah meninggalkan pintu gerbang kampus ini, ananda semua adalah duta UMRI di panggung dunia. Melalui karya dan kontribusi yang diberikan, nama UMRI turut dipertaruhkan,” ujar Dr. Saidul Amin di hadapan para wisudawan.

Ia berharap Umri bisa menjadi institusi yang tumbuh yang memberi nilai-nilai rahmatan lil alamin, tidak hanya mencetak alumni yang unggul tapi bisa menghadirkan manfaat dan menjadi bagian solusi untuk bangsa dan semesta.

Ia juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menghormati dan membalas jasa orang tua yang telah berjuang serta mendoakan keberhasilan mereka hingga mencapai titik kelulusan.

Lebih jauh, Dr. Saidul Amin turut menyampaikan berbagai capaian strategis UMRI. Jelang Milad ke-18 bulan Juni mendatang, saat ini UMRI telah memiliki dua Guru Besar, yakni Prof. Ir. Ahmad Kafrawi Nasution, M.T., Ph.D. di bidang Biomaterial dan Prof. Dr. Jufrizal Syahri, M.Si. di bidang Ilmu Kimia Organik.

Selain itu, UMRI juga tengah merampungkan pembangunan Gedung Mahmud Marzuki Tower (MMT) setinggi sembilan lantai dengan nilai pembangunan sekitar Rp72 miliar yang berasal dari wakaf dan infak kolektif.

“Ke depan, UMRI juga merencanakan pembangunan rumah sakit pendidikan, perpustakaan modern bertaraf internasional, dan auditorium sebagai upaya memperkuat posisi kampus unggul dan berkemajuan,” jelasnya.

Dalam periode Mei 2026 ini, UMRI meluluskan sebanyak 418 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari delapan fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Wisuda kali ini juga mencerminkan keberagaman yang harmonis, dengan hadirnya 24 lulusan beragama Protestan dan dua lulusan beragama Katolik di tengah mayoritas lulusan Muslim. Kehadiran lulusan lintas agama tersebut menjadi gambaran suasana akademik UMRI yang inklusif serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan toleransi.

Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII, Nopriadi, menyampaikan apresiasinya atas perkembangan pesat UMRI yang kini memiliki lebih dari 15 ribu mahasiswa.

“UMRI telah mendapatkan kepercayaan besar dari masyarakat, baik di Riau, luar daerah, maupun luar negeri. Saat ini UMRI telah meraih akreditasi ‘Baik Sekali’, dan kami mendorong agar pada periode mendatang UMRI mampu meraih akreditasi ‘Unggul’ serta rekognisi internasional,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Koordinator Kopertais Wilayah XII Riau-Kepri, Leny Nofianti, kepada para dosen yang telah mendampingi mahasiswa dalam proses pendidikan dan penelitian.

“Kami menghimbau agar para dosen terus meningkatkan capaian akademik dan jabatan fungsional. Kepada para wisudawan, kami ucapkan tahniah atas capaian hari ini yang tentu diraih melalui perjuangan yang tidak mudah,” ujarnya.

Wisuda ke-30 UMRI turut menghadirkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., yang menyampaikan orasi ilmiah bertema “Indonesia Menuju Kemandirian, Kedaulatan, dan Ketahanan Pangan”.

Dalam paparannya, Dr. Hanif memaparkan data terbaru terkait indeks ketahanan pangan negara-negara ASEAN. Indonesia disebut berada pada posisi strategis dengan skor ketahanan pangan sebesar 60,2 berdasarkan Global Food Security Index 2022.

“Indonesia berhasil mencatatkan skor yang menempatkannya di atas beberapa negara tetangga seperti Thailand dan Filipina,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi bangsa unggul melalui posisi geografis strategis, kekayaan sumber daya alam, serta bonus demografi yang dimiliki.

“Dengan potensi tersebut, Indonesia optimistis mampu mewujudkan kemandirian pangan dan menjadi bagian dari solusi krisis pangan global,” pungkasnya.***