Israel Salah Serang Gedung, Upaya Pembunuhan Pimpinan Hamas di Qatar Gagal


Rabu, 10 September 2025
Israel Salah Serang Gedung, Upaya Pembunuhan Pimpinan Hamas di Qatar Gagal

JAKARTA, KHAZANAHRIAU.COM -- Serangan Israel di Doha, Qatar telah membunuh setidaknya lima anggota Hamas. Namun serangan itu gagal mencapai target sesungguhnya yakni pimpinan negosiator Hamas.

Menurut sumber Middle East Eye, Israel salah sasaran gedung. "Serangan Israel ke Hamas salah bangunan," ujar sumber itu, Rabu (10/9/2025). 

Belum ada konfirmasi langsung dari otoritas Israel atau Qatar. Tapi yang pasti rencana Israel untuk membunuh tokoh politik Hamas, Khalil al-Hayya telah gagal.

Peran Al-Hayya di tubuh Hamas menjadi semakin penting setelah terbunuhnya para pemimpin Gerakan itu seperti Ismail Haniyeh, di Teheran, Yahya Sinwar di Gaza, dan komandan militer Mohammed Deif tahun lalu. Sinwar, yang mengambil alih kepemimpinan di Gaza setelah kematian Haniyeh, terbunuh di akhir tahun 2024.

Dengan kehilangan tersebut, al-Hayya kini menjadi salah satu dari lima pemimpin di dewan kepemimpinan Hamas.

Dewan kepemimpinan adalah komite sementara beranggotakan lima orang yang dibentuk pada akhir tahun 2024 untuk memimpin kelompok tersebut selama perang.

Perdana Mentei Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani mengecam serangan Israel dengan kata-kata pedas. Ia menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai seorang 'narsis' dan serangan Israel tersebut sangat berbahaya.

"Serangan dan penargetan ini tidak hanya melampaui hukum internasional tetapi juga standar moral," kata Al-Thani.

"Kita berbicara tentang negara yang bermediasi yang menyelenggarakan mediasi resmi yang dihadiri oleh delegasi dari negara sama. Standar moral apa yang dapat diterima untuk hal ini?"

Al-Thani mengatakan bahwa Qatar berhak untuk menanggapi serangan tersebut. Serangan yang menewaskan seorang pejabat keamanan Qatar dan lima anggota Hamas.

Ia mengatakan negaranya telah 'membentuk tim hukum' dan akan meninjau sepenuhnya insiden tersebut "untuk memastikan tindakan semacam itu dicegah dan tidak terulang."

Al-Thani menegaskan tradisi diplomasi negaranya tidak akan tergoyahkan setelah serangan Israel di Doha. Tapi ia menyiratkan bahwa perundingan yang sedang berlangsung mengenai Gaza masih belum pasti. "Diplomasi Qatar tidak dibangun di atas perilaku negara-negara seperti Israel," ujar al-Thani.