BPBD Riau Apresiasi Kolaborasi APP Group Bantu Padamkan Karhutla

Sabtu, 03 Agustus 2024 | 14:21:00 WIB

BENGKALIS, KHAZANAHRIAU.COM- Kepala BPBD (Kepala Pelaksana Badam Penanggulangan Bencana Daerah) Riau, yang juga Wakil Komandan Satgas (Satuan Tugas) Penanggulangan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) Riau Edy Afrizal mengapresiasi bantuan sejumlah pihak dalam memadamkan karhutla yang terjadi. 

”Kita sangat mengapresiasi bantuan dari APP Group melalui gerak cepat RPK PT Arara Abadi dan mitranya  yang telah berkolaborasi dengan Satgas Penanggulangan Karhutla Riau ikut membantu memadamkan karhutla di Riau selama ini," katanya.

Pihaknya  mengetahui komitmen  perusahaan-perusahan dalam APP Group ini -di bawah komando Satgas- akan cepat memadamkan api, baik yang terjadi dalam konsesi milik mereka maupun yang berada di luar konsesi mereka. Kita berharap akan semakin banyak partisipasi dan tanggung jawab perusahaan-perusahaan lainnya yang beropersi di Riau, baik yang bergerak dalam industri perkebunan maupun industri kehutanan. 

"Alhamdulillah saat ini titik api sudah sangat jauh berkurang di wilayah Riau. Selain kesiapan Tim Satgas Darat maupun Satgas Udara,  kita juga dibantu oleh cuaca yang di beberapa daerah turun hujan dalam beberapa hari belakangan ini. Kita harus pertahankan Riau Bebas Asap,” katanya.  

Sementara itu Fire Operational Management Head Priyo S Utomo PT Arara Abadi-APP Group di Regional Riau melalui unit usahanya yaitu PT Arara Abadi menurunkan satu Regu Pemadam Kebakaran (RPK) ikut berkolaborasi dengan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau  memadamkan api akibat yang berjarak sekitar 2 km di luar batas Konsesi PT Arara Abadi yang berada Desa Tasik Tebing Serai Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis, pada kamis (01/8/2024) lalu. Mereka menurunkan 1 Regu RPK yang juga berkolaborasi dengan TNI/Polri, BPBD dan Manggala Agni dan juga MPA (Masyarakat Peduli Api) yang merupakan binaan dari Perusahaan Arara Abadi Distrik Duri 1 Melibur.

Head Priyo S Utomo PT Arara Abadi kepada media mengatakan, awalnya perusahaan mendapat info dari pihak Humas bahwa dari hasil patroli udara Satgas Penanggulangan Karhutla Riau, ditemukan titik api dekat konsesi  Distrik Duri 1 Melibur. 

Setelah diplot di peta dan ground check, api diketahui berada di Desa Tasik Tebing Serai Kecamatan Talang Muandau yang berjarak lebih kurang 2-2,5 km meter dari batas luar konsesi Distrik Duri 1 Melibur. 

"Sesuai komitmen perusahaan selama ini, bahwa jika ditemukan api di luar batas konsesi kita dalam buffer radius 5 km, maka dengan gerak cepat koordinasi dengan Satgas Penanggulangan Karhutla Riau, PT Arara Abadi maupun perusahaan-perusahaan mitra APP Group akan ikut membantu memadamkan Karhutla tersebut, baik bantuan tim darat maupun melalui tim udara (heli water bombing) disesuaikan dengan kondisi dan situasi kita hadapi saat itu, karena meskipun api tersebut berada di luar batas konsesi kita, tetap saja merupakan ancaman bagi konsesi kita dan bantuan kepada masyarakat setempat, karena kemungkinan api tersebut merembet atau  “meloncat” disebabkan areal sebagian besar gambut dan hembusan angin," demikian Priyo menyampaikan.

Perusahaan itu telah menurunkan 1 regu RPK lengkap dengan peralatan berkolaborasi dengan Satgas Karhutla Provinsi Riau yang terdiri dari unsur TNI/Polri, BPBD Riau dan Kabupaten, Manggala Agni serta MPA. Saat ini kondisi api sudah berkurang namun tetap dilakukan pemadaman dan pendinginan yang dikomandoi oleh tim Satgas Riau. Kita juga berkolaborasi membantu pemadaman yang di kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, juga di Rokan Hilir, Siak, Pelalawan dan Inhil, ” terus Priyo. 

M. Edy Efrizal membenarkan api ditemukan di beberapa titik,  salah satunya di Tasik Tebing Serai yang masuk Kabupaten Bengkalis. ”Setiap hari Satgas  yang terdiri dari berbagai unsur TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, Private Sector (Perusahaan-perusahaan) mapun masyarakat dan relawan, melalui Satgas Udara kita selalu melakukan patroli  rutin untuk memantau dan mengecek titik-titik api untuk disampaikan ke berbagai pihak terkait, terutama kepada masing-masing Satgas di daerah Kabupaten/kota termasuk private sector agar ditangani secepatnya,” tutupnya.***(rls)

Terkini