394 Mahasiswa UMRI Sandang Status Alumni

Sabtu, 22 Juni 2024 | 21:17:37 WIB
Rektor UMRI, H Saidul Amin dan Wakil Rektor I Jufrizal saat bersama pemuncak dalam wisuda ke 26

PEKANBARU, KHAZANAHRIAU.COM - Bersempena dengan momen peringatan Milad ke 16, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar wisuda bagi 394 orang mahasiswa. Pelaksanaan wisuda tersebut menandakan bahwa mereka telah menyelesaikan tugasnya dibangku kuliah dalam menuntut ilmu dan Kembali berinteraksi ditengah masyarakat. Ratusan mahasiswa tersebut kini resmi menyandang status sebagai alumni UMRI dalam prosesi wisuda ke 26, Sabtu (22/6) di halaman kampus Utama UMRI Pekanbaru.

Ketua Senat sekaligus Rektor UMRI, H Saidul Amin saat membacakan pidato Sidang Senat Terbuka Akademik mengatakan prosesi wisuda kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Milad ke-16 Umri, dimana nantinya puncak acara akan dilaksanakan pada 24 Juni mendatang. Serta untuk lebih menyemarakkan milad juga digelar beberapa rangkaian kegiatan diantaranya, gerak jalan sehat, seminar Serasehan dengan menghadirkan para petinggi dari seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah di Asia.

"Begitu banyak kado istimewa yang diraih dan dicapai, dimomen milad UMRI ke 16 dan wisuda ke 26 ini ada sejumlah capaian yang diraih UMRI diantaranya diresmikannya tiga proyek besar pembangunan yakni gerbang Utama UMRI, Gedung Tajdid Center dan Gedung Rusunawa mahasiswa yang semuanya nantinya akan serentak diresmikan pada Senin (24/6) besok. Tentunya ini menjadi suatu capaian pembangunan yang nantinya diharapkan bisa lebih membawa nama UMRI ke kancah nasional dan juga internasional,"ujar Saidul.

Saidul juga menjelaskan keberadaan gerbang Utama Umri yang akan diresmikan nanti merupakan bantuan dari PT Pertaminan Hulu Rokan bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dimana gerbang tersebut berbentuk Kapal Legenda Melayu Lancang Kuning yang memiliki makna berani menantang badai, melawan ombak namun sampai kepada tujuan.

Sementara proyek kedua yang diresmikan adalah Gedung Tajdid Center dengan anggaran Rp13 miliar yang penggunaannya sebagai tempat belajar mahasiswa. Gedung ini dibangun berbasiskan wakaf dari berbagai pihak tanpa hutang kepada perbankan.

Serta proyek ketiga yang akan diresmikan adalah rumah susun mahasiswa (Rusunawa) yang nantinya akan dihuni oleh mahasiswa, terutama mereka yang jauh dari Pekanbaru sehingga bisa tinggal dekat dengan kampus Umri. "Insya Allah mahasiswa miskin akan digratiskan tinggal dirusunawa ini. Selain itu mahasiwa Internasional yang sedang kuliah regular di Umri juga tinggal di sini," kata Saidul.

Tentunya apa yang dicapai hari ini bukan hanya sekedar kerja keras pihak Umri, tetapi merupakan kerja keras banyak pihak,"tambah Saidul.

Selain itu Umri juga akan memulai peletakan batu pertama pembangunan Mahmud Marzuki Tower sembilan tingkat yang nantinya digunakan untuk belajar mahasiswa. Sama seperti Tajdid Center, gedung ini juga dibangun berbasis wakaf dan keuangan Umri. "Kita berupaya sekuat tenaga tidak menggunakan program hutang ke bank untuk membangunan bangunan di kampus," jelasnya.

"Terakhir kita akan melaksanakan syukuran sebab mulai tahun ini Umri sudah memiliki Fakultas Kedokteran. Keberadaan Fakultas Kedokteran ini sangat penting membuat Umri akan duduk sama rendah dan tegak sama tinggi dengan universitas lain yang ada di Indonesia," kata Saidul lebih lanjut.

Fakultas Kedokteran Umri ini akan menjadi yang ke-15 di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah se-Indonesia yang jumlahnya mencapai 172 perguruan tinggi.

Oleh sebab itu, dihadapan ratusan mahasiswa tersebut ia berharap para wisudawan dan wisudawati bisa menjaga harkat dan martabat Umri dan Perserikatan Muhammadiyah di tengah masyarakat. Selain itu berpegang teguh kepada agama yang dianut, tidak meninggalkan ibadah dan berbakti kepada orang tua.

"Setelah diwisuda, mereka akan menjadi kader Muhammadiyah di masyarakat. Jadi miniatur Muhammadiyah di luar sana. Sebab itu, diharap jaga martabat UMRI dan persyarikatan Muhammadiyah," kata dia. Tak hanya itu, ia berpesan jika suatu saat nanti menjadi pemimpin atau menjadi pejabat untuk memegang sifat adil dan amanah.

Sementara itu, Kepala BPH UMRI Prof Nazir Karim menilai, UMRI saat ini sudah menjadi perguruan tinggi yang sangat berkembang baik di Riau. Apalagi, dalam waktu singkat, di UMRI sudah berdiri Fakultas Kedokteran. Ini menjadi salah satu penanda majunya kualitas pendidikan di UMRI.

Selain itu, Prof Nazir juga memuji peran UMRI yang memberi perhatian pada semangat kaum muslimin berwakaf. Buktinya, telah berdiri gedung Tajdid Center yang dibiayai dari wakaf sejumlah pihak. Ia menilai, pola seperti ini sangat penting dilanjutkan.

Dalam pelaksanaan wisuda ke 26 ini, dar 394 wisudawan dan wisudawati gelar pemuncak diraih oleh Khoirotun Nikmah dari Prodi Akuntansi dengan IPK 3,96, dan Riska Diana dari prodi Keuangan dan Perbankan dengan IPK 3,69.(ayu)

Terkini