RENGAT, KHAZANAHRIAU.COM-Banjir yang melanda Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) tidak hanya merendam pemukiman warga, namun juga merendam puluhan sekolah dari TK hingga SMP dan mengakibatkan ribuan siswa dan guru tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.
Tidak berjalan nya proses belajar mengajar di sekolah akibat dampak banjir yang melanda sekolah sekolah di sepuluh kecamatan yang ada di Inhu, hingga mengakibatkan ribuan siswa belajar dari rumah disampaikan Dr. Anto,S.Sos.,M.Si Kepala bidang Pembinaan pendidikan Dasar Disdik Inhu, Kamis (11/1/24), seperti dikutip dari riauterkini.
"Dari hasil pendataan, sebanyak 8678 siswa dari 84 sekolah dari sepuluh kecamatan di Inhu mulai dari TK, SD dan SMP belajar dari rumah karena sekolah nya terdampak banjir. Begitu juga 1335 guru tidak dapat melaksanakan aktifitas belajar mengajar," ujar nya.
Dengan adanya bencana banjir yang berdampak pada ribuan siswa yang tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar akibat sekolah tergenang banjir, Disdik Inhu mengeluarkan himbauan yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah yang ada di Inhu, agar satuan pendidikan yang terdampak banjir agar meniadakan proses belajar mengajar di sekolah.
"Melalui surat Kadisdik Inhu yang ditujukan kepada seluruh kepala sekolah yang ada di Inhu, mengimbau sekolah yang terdampak banjir agar meniadakan proses belajar mengajar, sampai dengan dampak banjir di sekolah sudah surut dan tidak membahayakan peserta didik," tegasnya.
Disdik Inhu juga mengarahkan bagi siswa yang tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar di sekolah, proses belajar mengajar dilaksanakan secara Daring atau belajar dari rumah (BDR) serta pendidik dan tenaga kependidikan menyiapkan materi pembelajaran jarak jauh atau BDR.
"Bagi sekolah yang tidak terdampak bajir, proses belajar mengajar tetap dilakukan seperti biasa, selain itu Disdik Inhu juga mengimbau agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya banjir dan mengambil tindakan yang diperlukan dalam rangka penyelamatan," jelasnya.***