Dua Hal yang Mencirikan Haji Mabrur

Senin, 09 Juni 2025 | 20:54:01 WIB

MINA, KHAZANAHRIAU.COM -- Sebagian jamaah haji telah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji. Tentunya, semua jamaah haji ingin ibadah hajinya diterima Allah SWT (Mabrur). Bagi jamaah haji maka berharap agar hajinya menjadi haji mabrur.

"Karena haji mabrur adalah surga, maka tak berlebihan kiranya apabila setiap orang yang menunaikan ibadah haji mengharapkan akan memperoleh predikat haji mabrur," kata Mokh Syaiful Bakhri dalam bukunya "Belum Haji Sudah Mabrur".

Apakah haji mabrur itu ? Mokh Syaiful Bakhri mengatakan, menurut ulama bahwa haji mabrur itu ialah haji yang tidak ternoda oleh perbuatan dosa. Perbuatan dosa yang dimaksud yaitu (rafats) perkataan jorok, (fusuq) sengaja melakukan perbuatan dosa dan (jidal) bertengkar atau ber bantah-bantah.

Hal sesuai Firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 197 yang artinya.

"Barangsiapa telah mewajibkan haji atas dirinya, hendaknya menjauhi ucapan keji yakni di dalamnya termasuk ucapkan jorok, berbuat kefasikan, dan berbantah bantah di dalam melaksanakan ibadah haji."

Ada juga yang berpendapat, haji mabrur ialah haji yang disertai dengan memberi makan orang miskin serta bertutur kata yang lemah lembut. Pendapat ini sesuai hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW bersabda.

"Tiada pahala haji yang mabrur kecuali surga." 

Salah seorang sahabat bertanya. "Wahai Rasulullah, apakah haji mabrur itu? Rasulullah SAW menjawab.

"Perkataan yang baik dan memberi makan." ***(republika)

 

Terkini